31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Tinggalkan Jabatan Co-Founder GreatEdu Demi Keluarga, Arif Titi Usaha Tahu Drakor yang Kini Makin Laris

BETANEWS.ID, KUDUS – Arif Susanto (37) siang itu tampak sibuk melayani pembeli yang datang di outlet Tahu Drakor di sebelah Selatan SPBU Dawe, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Dengan cekatan, dia mengambil satu per satu tahu itu sesuai dengan pesanan pembeli.

Hari itu, entah sudah berapa orang yang ia layani. Yang pasti, outletnya itu ramai dan membuat tahunya cepat habis. Bagi Arif, usaha itu adalah jalan pedangnya untuk menghidupi keluarga setelah keluar dari Startup GreatEdu yang ia dirikan bersama koleganya.

Tahu Drakor yang punya banyak varian rasa ini terjual hingga 500 biji sehari. Foto: Kaerul Umam

“Keluar kerja karena pengen dekat dengan keluarga. Sebelumnya LDR tujuh tahun, istri tinggal di Lampung, sedangkan saya bekerja di Jakarta. Walaupun setiap sepekan hingga dua pekan pulang ke Lampung, tapi saat ini pengen dekat dengan istri dan anak,” beber Arif kepada betanews.id, Selasa (24/5/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Tahu Drakor yang Punya Banyak Varian Rasa Ini Bisa Terjual hingga 500 Biji Sehari

Saat keluar dari perusahaan itu, ia akhirnya pulang ke kampung halaman istrinya di Kudus pada 2020 lalu. Di Kota Kretek, Arif juga pernah kebingungan cari pekerjaan sebelum akhirnya punya ide jualan gorengan.

“Menurut saya, gorengan cocok untuk usaha saya di sini. Saya awal berjualan saat puasa, di mana gorengan banyak diminati. Namun setelah lebaran, peminatnya sedikit. Kemudian saya melihat kalau orang Kudus kebanyakan suka dengan tahu, dari situ saya kombinasikan gorengan dengan tahu tapi dengan tampilan yang lebih menarik,” ungkapnya.

Inovasinya tak cukup hanya di situ saja. Ia lantas menambahkan varian rasa seperti ayam saos Korea, sosis saos Korea, jamur spicy, dan mayones sostel dengan harga Rp2.500 per biji. Dengan ide jualan menarik dengan nama yang unik yakni Tahu Drakor, kini usahanya mampu menarik minat pembeli datang. Setidaknya ia mampu menjual tahu kisaran 450 hingga 500 biji setiap harinya.

Baca juga: Resign dari Bank, Begini Kisah Berliku Budi Rintis Usaha Sarung Batik Kudus yang Kini Laris Manis

“Untuk tahun pertama ini, baru validasi produk dulu. Kepengennya setiap tiga bulan sekali ada varian baru. Saya juga baru mempersiapkan varian baru yakni makaroni skotel yang saya jual mulai bulan Juni nanti,” tuturnya di lapak yang buka mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB itu.

Tak hanya menjual tahu siap makan, nantinya ia juga menyediakan tahu isian frozen yang kini baru tahap ujicoba ketahanan produk dan pengiriman.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER