BETANEWS.ID, KUDUS – I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi (16), siswi SMA 2 Kudus terpilih jadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional perwakilan Provinsi Jawa Tengah.
Ditemui di Pendapa Kudus usai bertemu bupati, siswi yang akrab disapa Firsty mengatakan, sebelum resmi menjadi Paskibraka upacara 17 Agustus 2022 di Istana Negara, di masuk 5 besar saat seleksi tingkat Jawa Tengah.

“Lalu dipilih lagi satu pasangan siswa putra dan putri untuk ke tingkat nasional inti dan satu pasangan sebagai cadangan. Alhamdullilah saya sebagai inti,” ujar Firsty kepada Betanews.id, Senin (6/6/2022).
Baca juga: I Dewa Ayu Firsty, Siswi SMA 2 Kudus yang Wakili Jateng Jadi Paskibraka Nasional
Gadis bertinggi 171 sentimeter itu menuturkan, sudah melakukan berbagai persiapan sebelum dikarantina lagi di Semarang dan nantinya bertolak ke Jakarta sekitar 16 Juli 2022. Saat ini, dia masih ada latihan yang dilatih oleh Purna Paskibra Indonesia (PPI).
“Latihan ini masih di Kudus, bersama teman-teman,” ungkap warga Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus tersebut
Gadis yang hobi menulis itu kemudian membagikan pengalamannya mengikuti seleksi di Jateng. Saat itu, dia melakukan persiapan fisik, akademik, dan yang tak kalah penting adalah mental. Persiapan fisik meliputi lari, sit-up, push-up, loncat tali, dan plank yang ditambahkan olehnya dirinya sendiri.
“Biasanya setiap hari saya lari selama 12 menit. Sit-up dan push-up semenit sebelum dan sesudah tidur, masing-masing 30 dan 40 repitisi,” beber gadis yang bercita-cita jadi Polwan tersebut.
Tak hanya olahraga, anak semata wayang itu juga selalu menjaga pola makan. Setiap hari, ia selalu sarapan sebelum pukul 7.00 WIB dan makan siangnya tidak boleh lebih dari pukul 12.00 WIB.
Baca juga: PPDB SMA/SMK di Jateng Dibuka Juni, Ketahui Tiga Aturan Baru Ini Agar Lolos Seleksi
“Soalnya kalau nggak dibiasain begitu takutnya nanti pola makannya berubah lagi. Selain itu juga ada pantangannya yakni tidak boleh minum es. Saya sudah tiga bulan tidak minum es,” ucap putri dari pasangan I Dewa Gede Sri Pujono Darmayudo dan Juniati tersebut.
Kemudian, lanjutnya, adalah persiapan akademik. Persiapan akademik meliputi pengetahuan umum, ideologi Pancasila, Bahasa Inggris, serta ahlak dan budi pekerti. Sedangkan perisapan mental yang dilakukannya adalah sering berbicara sendiri.
“Penting banget itu persiapan mental. Sebab nantinya pasti ada banyak orang yang ditemui. Biasanya saya melatihnya dengan sering berbicara sendiri. Terus yang kedua tentunya adalah kemauan diri sendiri,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

