31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaSOLOSolo Kini Punya...

Solo Kini Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang Bisa Hasilkan 8 Megawatt

BETANEWS.ID, SOLO – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Solo akan beroperasi Desember mendatang. Nantinya, PLTSa bisa menghasilkan delapan megawatt (MW) yang akan dijual ke PT PLN (Persero) sebanyak lima MW dan sisanya dipakai sendiri mulai Januari 2023.

Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) Elan Syuherlan menjelaskan, saat ini PLTSa sedang menjalani masa ujicoba. Hasilnya, ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk perbaikan dan penyempurnaan, beberapa di antaranya adalah soal loading sampah dan pembuangan.

Sekda Solo meninjau ujicoba produksi listrik di PLTSa Putri Cempo. Foto: Ist

Dengan dimulainya ujicoba tersebut, pihaknya menargetkan untuk produksi secara resmi dapat dilakukan pada Desember menyusul sudah terpasangnya seluruh alat produksi.

- Ads Banner -

Baca juga: Pemkot Solo Luncurkan Bus Pariwisata untuk Aglomerasi Solo Raya

“Totalnya (alat) ada delapan unit, hingga saat ini baru empat unit yang terpasang. Kami menunggu yang besar-besar belum datang, masih dalam perjalanan,” katanya, Selasa (28/6/2022).

Elan lantas menjelaskan alur produksi listrik di sana. Pertama-tama, sampah dikeringkan terlebih dahulu untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabung besar atau gasifire. Selanjutnya sampah masuk ke tabung sintetis. Proses ini disebut syngas atau sintetis gas.

“Kalau sudah jadi syngas akan jadi cikal bakal energi yang dikonversi menjadi produk apapun, misalnya bisa dikonversi menjadi etanol, hidrogen, salah satunya bisa dikonversi menjadi listrik. PLTSa ini bisa mengkonversi syngas yang mengalami proses gasifikasi untuk diubah menjadi listrik,” jelas Elan.

Baca juga: Pembangunan Masjid Sriwedari Mangkrak Karena Kurang Dana, PDIP Solo Akan Galang Donasi

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani berharap akan ada kerja sama dengan daerah sekitar Surakarta atau disebut sampah regional untuk masalah pengelolaan sampah. Mengingat, kebutuhan PLTSa ini kurang lebih 500 ton per hari sedangkan di Solo hanya berkisar 300 hingga 350 ton per hari.

“Ujicoba ini baru 4 mesin dari 8 mesin yang tersedia. Seiring berjalannnya waktu, fungsi dan produktivitas harus ditingkatkan untuk 5 MW (Megawatt). Untuk sampah sekarang hanya dimanfaatkan untuk 5-10 tahun mendatang” tandas Ahyani.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler