Sempat Diremehkan Karena Jual Truk untuk Modal, Mokhsin Buktikan Bisa Sukses Bisnis Bebek Petelur

BETANEWS.ID, KUDUS – Mokhsin (45) tampak mengganti air minum bebek yang berada di wadah yang tampak keruh. Dengan mengalirkan air bersih dari kran, warna keruh tadi akhirnya hilang dan air pun bisa diminum untuk bebek ternaknya.

Sehari-hari, Mokhsin memang sering berada di kandangnya yang berada di Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu. Bagiamana tidak, bisnis itulah yang menghidupi keluarganya sejak 2018 lalu.

Bebek petelur yang dibudidayakan oleh Mohksin. Foto: Kaerul Umam

Dia menuturkan, pertama kali memulai bisnis bebek petelur tersebut sempat dicibir orang, karena ia rela menjual truk untuk modal.

-Advertisement-

Baca juga: Bisnis Bebek Petelur yang Menggiurkan, Keuntungan per Hari Hingga Rp2 Juta

“Awalnya saya diremehkan karena lebih memilih menjual truk untuk beternak bebek. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini usaha beternak bebek ini sangat menjanjikan,” beber Mokhsin kepada betanews.id, Kamis (9/6/2022).

Ia mengatakan, belajar peternakan bebek petelur dimulainya dari YouTube. Dari konsep kandangnya, perbandingan pakan yang diberikan, hingga bibit bebek petelur yang bagus produksinya. Menurutnya, bibit yang paling bagus adalah bibit dari daerah Mojosari, Kabupaten Pati. Meski bebek lokal, tapi produksi telurnya bagus.

“Kelebihan bibit dari daerah Mojosari ini pakan tidak terlalu banyak dan telur yang dihasilkan maksimal,” tutur bapak dua anak tersebut.

Pertama kali ia memulai beternak bebek, kata Mokhsin, hanya bisa membeli 390 ekor bebek. Selang tiga bulan, ia tambah menjadi 700 ekor dan kini sudah ada 2.500 ekor, dengan luas kandang 22×45 meter.

Baca juga: Cerita Nafa Urbach Jualan Sate Kambing Karena Ingin Mandiri , Ternyata Laris Manis

Dari jumlah bebek itu, Mokhsin mampu memanen 2.000 lebih butir telur setiap hari, dengan harga saat ini mencapai Rp2.200 per butir. Ia juga tidak masalah dengan penjualan, karena banyak sekali peminatnya. Saking banyaknya, ia kewalahan melayani orderan.

“Kalau bakul datang sendiri ke sini. Total saya ada delapan bakul dari Kudus, Jepara, Semarang, dan Jakarta. Itupun masih ada yang mau ambil telur di sini lagi, tapi pasokan telur belum mampu memenuhi. Rencananya ke depan saya ingin menambah seribu ekor lagi, agar permintaan pasar terpenuhi,” beber Mokhsin.

Tak heran, jika kini ia mampu mendapatkan omzet hingga Rp 4 juta sehari dengan keuntungan separuhnya yakni Rp2 juta.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER