BETANEWS.ID, PATI – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, membuat tim kesehatan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati bersama mantri-mantri setiap harinya sibuk melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak.
Bupati Pati Haryanto mengintruksikan, agar para petugas kesehatan tidak merasa bosan selama melakukan pemantauan kesehatan. Dalam rapat koordinasi dengan OPD di Pati bersama camat se-Kabupaten Pati, pihaknya mengingatkan, bahwa PMK yang menyebar di Pati tidak boleh menyurutkan semangat memberikan pelayanan pada masyarakat.
Baca juga: Pasar Hewan di Pati Hari Ini Kembali Dibuka
“Kita ini diberi mandat pemerintah, amanat rakyat, kita diberikan anugerah. Tidak semua orang bisa. Semua kita ambil hikmahnya. Jangan sampai kendor melayani masyarakat. Mau bagaimana lagi, memang ada musibah. Kita harus bantu dengan ikhlas hati, semua ada hikmahnya,” terang Haryanto saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Penjawi Sekda Pati, Senin (20/6/2022).
Sejak dinyatakan Indonesia bebas PMK tahun 1990, memang kejadian PMK di tahun 2022 mengejutkan banyak pihak. Namun Haryanto tetap mencoba berpikir positif bahwa ini sebuah kebetulan saja.
Kendati demikian, pihaknya tetap meminta agar semua pihak tetap berkoordinasi untuk pencegahan PMK semakin menyebar. Camat dimintanya memanggil seluruh kepala desa untuk selanjutnya mengedukasi masyarakat. Bahwa PMK ini bisa disembuhkan.
Terlebih saat ini pasar hewan yang sebelumnya ditutup, kembali dibuka. Langkah yang sudah dilakukan sebelumnya seperti penyemprotan disinfektan dikatakan Haryanto cukup bagus sebagai langkah sterilisasi tempat hewan. Ditambah tinggal beberapa minggu lagi lebaran Idul Adha, pihaknya berharap masyarakat tetap bisa menjual hewan ternaknya.
“Kalau ada penyakit segera diobati. Pencegahan di pasar bisa dengan penyemprotan disinfektan sebelum (pasar hewan buka) dan sesudah (pasar hewan tutup),” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dispertan Pati Nikentri Meiningrum mengungkapkan, bahwa pemantauan kesehatan hewan ternak di pasar hewan rutin dilakukan. Sesuai arahan bupati, penyemprotan disinfektan juga dilakukan.
Baca juga: 1.500 Ternak di Pati Suspek PMK: 700 Sembuh, 11 Mati
“Tetap kami awasi ketat baik sebelum dan sesudah disemprot disinfektan,” ucapnya.
Penutupan pasar hewan dari tanggal 2-16 Juni 2022 lalu, lanjut Niken sebagai salah satu upaya Pemkab Pati menghentikan penyebaran kasus. Namun hal itu tidak bisa dipastikan menjadi langkah terbaik, karena memang penyebaran penyakit ini tidak hanya lewat kontak fisik antarhewan. Namun juga bisa lewat udara.
“Penyebaran virus ini bisa melalui udara. Jadi kita hanya bisa melakukan antisipasi, merawat, dan menjaga hewan ternak agar tidak terinfeksi,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

