31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

1.500 Ternak di Pati Suspek PMK: 700 Sembuh, 11 Mati

BETANEWS.ID, PATI – Dinas Pertanian Kabupaten Pati menyebutkan ada 1.500 ternak suspek Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Dari data tersebut, 700 dinyatakan sembuh dan 11 mati. Data ini diketahui dalam rapat bersama Bupati Pati Haryanto, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh camat di Ruang Penjawi Sekda Pati, Senin (20/6/2022).

Haryanto mengatakan, PMK pada dasarnya bisa disembuhkan. Ini dibuktikan dengan adanya 700 ternak yang bisa sembuh. Makanya, dia meminta camat untuk mengedukasi kepala desa dan perwakilan peternak agar tidak takut dengan penyakit ini.

“Karena setelah kita evaluasi, dari sekian ribu banyak yang sudah sembuh. Oleh karena itu akan kita berikan vaksin, vitamin (bagi hewan), termasuk pencegahan yang lain,” ungkapnya.

-Advertisement-

Baca juga: Pasar Hewan di Pati Hari Ini Kembali Dibuka

Kepala Dinas Pertanian Pati Nikentri Meiningrum mengungkapkan, setidaknya langkah sederhana bisa dilakukan peternak untuk mengantisipasi penyebaran PMK, yakni dengan memberikan makanan yang mengandung banyak vitamin A, C, D, dan E. Sehingga, hewan ternak memiliki imun kuat yang bisa menangkal penyebaran virus di dalam tubuhnya.

“Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk penyakit ini. Kecuali hewan ternak sudah terkena (PMK), misal demam atau ada luka, itu perlu diatasi dengan obat antibiotik,” terangnya.

Niken mengungkapkan, kasus PMK di Pati diketahui ada sejak pertengahan Mei 2022. Penularan penyakit itu tidak hanya lewat kontak fisik antar hewan, melainkan juga bisa lewat udara.

Baca juga: Hari Pertama Buka, Pasar Hewan di Margorejo Pati Masih Sepi Pembeli

“Semua kabupaten kota di Jawa Tengah sudah kena. Kita tidak tahu awalnya dari mana. Kita hanya bisa melakukan antisipasi, merawat, dan menjaga hewan ternak agar tidak terinfeksi,” jelasnya.

Pihaknya juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan peternak untuk tidak takut terkait penyebaran PMK. Pengawasan dan pemantauan juga akan dilakukan selama peternak melakukan perawatan sendiri kepada hewan-hewan ternaknya.

“Jadi peternak bisa merawat hewan ternaknya dengan telaten. Dan kalau penyakitnya semakin parah, kamu arahkan untuk potong paksa,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER