BETANEWS.ID, PATI – Sebagian wilayah di Kabupaten Pati sempat diterpa bencana pasang air laut setinggi 2 meter pada 23 Mei 2022 lalu. Padahal dua bulan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati bekerja sama dengan beberapa pihak melakukan penanaman pohon mangrove di lokasi yang diterjang rob.
Fungsional Pengendali Lingkungan DLH Pati Eko Putranto mengungkapkan, setidaknya ada sekitar 35 ribu pohon mangrove yang ditanam di akhir tahun 2021 hingga awal 2022. Sebanyak 15 ribu bibit pohon dari DLH sendiri, ditambah 20 ribu bibit bantuan dari perusahaan di Pati.
Baca juga: Seperlima Lahan Tambak di Pati Tedampak Rob, Pemkab saat Ini Masih Mendata Kerugian
“Terakhir penanaman di Bulan Februari lalu. Sampai Mei, akarnya belum kuat. Tapi terkena rob dengan ombak yang kuat sekali,” katanya beberapa waktu lalu.
Pihak DLH pun, lanjut Eko mulai mendata tanaman yang diterjang rob. Pihaknya akan melakukan monitoring lagi di lokasi-lokasi yang sebelumnya ditanami mangrove dan terdampak rob.
Setidaknya sebelum terjadi rob, ada beberapa desa tersebar di tiga kecamatan ditanami mangrove. Seperti di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Desa Pangkalan, Desa Tunjungrejo, Desa dan Bulumanis Kidul di Kecamatan Margoyoso, serta Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil.
“Setiap desa kurang lebih 4 sampai 5 hektare ada penanaman mangrove. Nanti akan kami monitor lagi berapa luasan wilayah yang terdampak rob,” katanya.
Ke depan, penanaman mangrove akan dilakukan kembali. Namun hal itu tetap perlu memperhatikan kondisi wilayah serta berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Seperti kelompok pesisir pantai, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati dan lainnya. Termasuk prediksi cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: Diterjang Rob, Petambak di Pati Diperkirakan Rugi hingga Miliaran
“Jangan sampai seperti yang sebelumnya. Kalau mubazir, kacau,” ucapnya.
Dalam penanaman mangrove, Eko menjelaskan, perlu memilih lokasi pesisir pantai yang berlumpur. Bukan yang banyak pasirnya. Sebab, bila memilih lokasi berpasir, akar tanaman tidak akan kuat menahan terjangan ombak saat air laut pasang maupun abrasi.
“Jadi perlu dipilih lokasi yang baik. Posisi pesisir yang berlumpur dan tidak berpasir, agar akarnya tetap kuat,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

