Seperlima Lahan Tambak di Pati Tedampak Rob, Pemkab saat Ini Masih Mendata Kerugian

BETANEWS.ID, PATI – Setidaknya seperlima lahan tambak milik petani di Kabupaten Pati mengalami kerusakan akibat kejadian rob beberapa hari lalu. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan terkait dengan kerugian yang dialami petani tambak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati Edy Martanto mengungkapkan, setidaknya ada 2.500 hektare lahan tambak di Pati mengalami kerusakan, dari total luas lahan sekitar 10.500 hektare. Kerugian pun ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Baca juga: Diterjang Rob, Petambak di Pati Diperkirakan Rugi hingga Miliaran

-Advertisement-

“Kejadian rob kemarin itu sangat mengejutkan. Membawa konsekuensi sekitar seperlima tambak terdampak. Dengan taksiran kerugian sekitar Rp 28 miliar. Ini masih data sementara, bisa bertambah lagi karena masih ada desa yang belum terdata,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (25/5/2022).

Pada dasarnya, air laut pasang menurut Edy, sering terjadi di pesisir pantai. Peringatan juga telah disosialisasikan kepada para nelayan maupun warga pesisir saat mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang potensi air laut pasang. Namun kejadian beberapa waktu kemarin sangat mengejutkan dan merupakan kejadian langka.

“Peristiwa itu sangat tidak terduga dan sangat mengejutkan. Biasanya air pasang memang ada, tapi sedikit. Yang kemarin itu fenomena yang betul-betul langka. Mungkin karena posisi bulan dan bumi saat ini paling berdekatan, sehingga daya gravitasi bulan tinggi dan kuat. Kalau di Pati air pasang tinggi, wilayah lain surut airnya. Kan ini pasang pindah-pindah saja,” jelasnya.

Sebelumnya, para petani tambak sudah mulai diinstruksikan untuk membuat pagar penghalang agar air laut tidak merusak tambak mereka, sebagai tindakan darurat. Namun, apabila langkah itu tidak maksimal, petani tambak diminta untuk memanen ikannya.

Tapi setelah kejadian ini, Edy melanjutkan instruksi dari Bupati Pati, bahwa warga pesisir diharapkan untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai ada korban jiwa akibat fenomena pasang air laut kali ini.

“Pak Bupati pesan mengupayakan jangan sampai ada korban jiwa. Utamanya itu menyelamatkan nyawa masyarakat. Harta masih bisa dicari,” katanya.

Begitupun bagi para nelayan. Selama gelombang air laut masih tinggi dan belum stabil, diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu. Terutama bagi nelayan kapal kecil.

“Kami tidak melarang, sifatnya himbauan saja. Diharapkan mereka (nelayan) lebih berhati-hati. Kalau terpaksa, jangan melaut dulu,” terangnya.

Baca juga : 4 Daerah Diterjang Banjir Rob, Ganjar: ‘Kenaikan Air Laut Akan Tinggi Beberapa Waktu ke Depan’

Di sisi lain, Bupati Pati Haryanto menyebut, pihaknya baru bisa melakukan langkah selanjutnya usai pendataan kerugian maupun jumlah petani yang terdampak. Saat ini Pemkab Pati belum bisa membantu sepenuhnya.

“Setelah inventarisir, kita akan melakukan langkah selanjutnya,” katanya selepas menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Pati.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER