Melihat Proses Pembuatan Mi Lethek Khas Magelang

BETANEWS.ID, MAGELANG – Bila berkunjung atau berwisata ke Magelang, atau lebih khususnya ke Desa Wisata Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Anda wajib mencoba makanan khas desa tersebut, yaitu Mi Lethek Mi Pathi Gelang.

Mi Lethek ini mempunyai wujud mirip mi soun yang berbahan baku dari tepung aren. Dengan pengolahan khusus, sehingga mi tersebut bisa berwujud seperti mi soun, namun dengan warna lebih kusam atau lethek.

Proses penjemuran Mi Lethek khas Desa Tuksongo, Magelang. Foto: Budi Prasetyo.

Baca juga : Melihat Produksi Kompyang, Burger Jawa yang Diproduksi Mulai Dini Hari

-Advertisement-

Rofi, Perajin Mi Lethek mengatakan, bagi wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan Mi Lethek mulai dari nol, bisa datang mulai pagi, sekira pukul 08.00 WIB.

“Kalau datang dari pagi bisa melihat proses pembuatan. Mulai dari mengaduk bahan dasar tepung aren asli tanpa campuran sampai ke pembuatan mi hingga dijemur. Kami tidak memakai campuran apa-apa. Hanya pathi aren murni,” ujar Rofi.

Lanjutnya, untuk proses pembuatannya, bahan baku berupa tepung aren akan direbus dan diaduk hingga menyerupai jenang atau dodol. Setelah itu, bahan dasar tersebut akan dimasukan ke dalam mesin pencetak supaya berbentuk mi soun. Setelah itu, proses selanjutnya adalah penjemuran mi hingga kering sebelum mie dipasarkan.

“Kalau rata-rata per hari kita produksi kurang lebih 1 kuwintal,” ungkapnya.

Dijelaskan Rofi, selama 30 tahun menekuni pembuata mi, kendala yang dihadapi jika musim hujan. Di mana penjemuran mi akan terhambat oleh hujan yang turun.

Baca juga : Lezatnya Mi Yamin di Dekat Polytron Ini Bisa Tarik Seratusan Pembeli Tiap Hari

“Itu yang menjadi kendala kita. Kadang juga pahti (tepung) aren yang tidak ada, tapi itu jarang terjadi,” jelasnya.

Sedangkan untuk harga Mi Lethek kering, untuk satu kilogramnya ia jual dengan harga Rp 25 ribu.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER