Perajin Tahu di Kudus Sebut Program MBG Pengaruhi Penjualan

BETANEWS.ID, KUDUS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut ikut memengaruhi penjualan tahu di Kabupaten Kudus. Sejumlah perajin mengaku permintaan tahu dari warung makan mulai mengalami penurunan sejak program tersebut berjalan.

Salah satu perajin tahu di Kudus, Suwijiyanto (66), mengatakan warung makan selama ini menjadi salah satu pelanggan tetap usaha tahunya. Namun, belakangan pembelian tahu dari sejumlah warung mulai berkurang.

Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena sebagian masyarakat telah memperoleh makanan dari program MBG. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya pembeli di warung makan.

-Advertisement-

“Warung itu termasuk konsumen tahu dari kami. Karena penjualan warung turun, pembelian tahu juga ikut menurun,” kata Anto saat ditemui di pabrik tahunya di Desa Ploso, Kecamatan Jati, belum lama ini.

Meski dampaknya belum terlalu besar, lanjutnya, para perajin mulai merasakan adanya perubahan pola permintaan pasar. Penurunan pembelian dari warung makan dinilai cukup berpengaruh terhadap penjualan harian.

“Karena permintaan turun, produksi tahu juga terimbas. Dalam sehari, produksi tahu kurang lebih tiga kuintal kedelai, turun dibanding sebelumnya yang bisa mencapai empat kuintal sehari,” bebernya.

Baca juga : Dolar Naik, Perajin Tahu di Kudus Mulai Waswas Harga Kedelai Impor

Selain menghadapi penurunan permintaan, para perajin juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi yang berubah. Mereka berharap usaha kecil tetap mendapat ruang di tengah pelaksanaan program pemerintah.

Ia menyebut harga tahu juga belum mengalami kenaikan. Saat ini harga tahu masih bertahan di kisaran Rp35 ribu per papan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Harga tahu masih sama. Permintaan turun, kalau harganya naik, khawatir pelanggan lari,” jelasnya.

Menurut Suwijiyanto, program MBG sebenarnya memiliki tujuan yang baik bagi masyarakat. Namun, ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat lebih melibatkan pelaku UMKM lokal.

Ia menilai keterlibatan UMKM dapat membantu menjaga perputaran ekonomi masyarakat kecil. Perajin tahu, pedagang warung makan, hingga usaha kuliner lokal dinilai bisa ikut memperoleh manfaat dari program tersebut.

“Harapannya program itu bisa direvisi supaya lebih menyentuh UMKM yang ada, jadi usaha kecil juga tetap jalan,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER