Melihat Kemeriahan Sedekah Bumi di Sendang Sani Pati

BETANEWS.ID, PATI – Tradisi sedekah bumi di Kabupaten Pati hingga kini masih terus dilestarikan. Tradisi yang biasanya digelar pada Bulan Apit dalam kalender Jawa ini, biasanya juga digelar dengan beragam rangkaian acara, termasuk hiburan.

Salah satu desa yang menggelar acara sedekah bumi atau bersih desa yakni Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Di desa ini, acara sedekah bumi digelar secara meriah, dengan beragam hiburan.

Seperti halnya yang terlihat di komplek Sendang Sani, Dukuh Sani, desa setempat. Warga terlihat antusias menyaksikan pagelaran hiburan Ketoprak. Tak cuma menyaksikan ketoprak, warga juga melihat bulus atau kura-kura yang berada di sendang tersebut, yang dipercaya warga sebagai penunggu sendang.

-Advertisement-
Warga juga melihat bulus yang ada di Sendang Sani yang dipercaya sebagai penunggu tempat tersebut. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga: Sedekah Bumi di Tengah Pandemi, Ritual Adat Tetap Digelar

Ketua Panitia Sedekah Bumi Desa Tamansari Sugiyanto mengatakan, kegiatan sedekah bumi yang cukup meriah seperti kali ini sudah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Akhirnya, setelah pemerintah memberikan kelonggaran, berbagai acara pun kembali dihadirkan.

Di Desa Tamansari sendiri, katanya, kegiatan sedekah bumi tahunan ini telah dimulai kemarin dengan tahlilan bersama warga. Dilanjutkan hari ini, Selasa (7/6/2022) dengan menggelar syukuran dan hiburan ketoprak, campursari, hingga dangdutan.

“Kegiatan ini disengkuyung bareng dari permintaan warga. Anggarannya berasal dari iuran swadaya masyarakat Dukuh Sani. Dengan ikhlas semangat gotong-royong, berharap kegiatan ini sukses tanpa masalah,” ungkapnya.

Sugiyanto menyebut, saat vakum, sedekah bumi hanya dilakukan dengan melakukan doa bersama atau bancaan sederhana.

Kemudian, memilih lokasi di depan Sendang Sani bukan tanpa alasan. Sugiyanto menceritakan, Sendang Sani merupakan cikal bakal Dukuh Sani, yang merupakan petilasan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga saat menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Kegiatan sedekah bumi ini, pihaknya berharap akan terus dilestarikan sampai nanti. Karena, tradisi itu merupakan budaya turun temurun dari nenek moyang yang diharapkan tidak punah.

“Ke depan semoga kegiatan nguri-nguri budaya Jawa nenek moyang seperti ini lebih banyak lagi rangkaian acaranya, agar tidak punah,” harapnya.

Sementara itu, staf promosi bidang pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Ucik Nartati mengungkapkan, hampir semua desa mengadakan kegiatan sedekah bumi. Kendati tidak ada laporan ke dinas terkait, izin dari gugus tugas covid kecamatan sudah dikantongi tiap desa.

“Kegiatan sedekah bumi ini, hampir semua desa mengadakan. Izin gugus tugas ada di kecamatan masing-masing. Dinporapar hanya diundang, kami ikut senang bisa diundang,” katanya di lokasi.

Baca juga: Dua Tahun Tidak Manggung Akibat Pandemi, Seniman Ketoprak di Pati Ini Jualan Mi untuk Bertahan Hidup

Setidaknya ada beberapa desa yang memberitahukan ke Dinporapar mengadakan sedekah bumi. Di sisi lain, pandemi Covid-19 yang belum berubah jadi endemi diharapkan masih tetap diwaspadai. Saat menyelenggarakan kegiatan, Ucik berpesan agar warga desa tetap taat protokol kesehatan.

“Ini masih pandemi, belum sepenuhnya hilang. Jadi minimal mungkin tetap protokol kesehatan. Kita ikut gembira, ekonomi masyarakat membaik, pelaku seninya juga bisa kembali tampil, kita juga pengennya semua kembali seperti dulu,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER