31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaBUDAYASedekah Bumi di...

Sedekah Bumi di Tengah Pandemi, Ritual Adat Tetap Digelar

BETANEWS.ID, PATI – Berjalan paling depan, tampak seorang lelaki paruh baya menyebar beras kuning di sebagian jalur yang dilaluinya di area sebuah punden yang ada tengah pasar di Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Kemudian, tampak lelaki sepuh mengenakan peci hitam yang merupakan juru kunci punden tersebut berjalan di belakangnya membawa sebuah kendi. Keduanya kemudian diikuti kepala desa setempat beserta perangkat yang mengikuti berjalan mengelilingi punden yang juga didampingi dalam dan sinden.

Prosesi itu adalah bagian dari ritual adat, dalam rangka memperingati sedekah bumi di Desa Lahar pada Kamis (25/6/2020). Ritual semacam ini, rutin dilakukan setahun sekali setiap moment sedekah bumi. Namun, yang berbeda kali ini adalah, prosesi dilakukan cukup sederhana dan warga yang mengikuti juga sedikit. Hal ini karena adanya pandemi Covid-19, sehingga pemerintah desa setempat melakukan penyerdehanaan, agar tidak terjadi kerumunan.

Pertunjukan wayang kulit di Desa Lahar dalam rangka sedekah bumi yang digelar secara sederhana dan hanya sepuluh menit berlangsung. Foto : Ist

Baca juga : Desa Wisata di Kudus Sudah Dibolehkan Terima Wisatawan dengan Syarat

- Ads Banner -

Setelah ritual itu selesai, dilanjutkan dengan selamatan atau bancakan. Rasa syukur atas limpahan karunia dari Sang Pencipta dan memohon agar masyarakat desa setempat diberikan kedamaian serta kesejahteraan, dipanjatkan dalam doa yang dipimpin sesepuh desa setempat itu.

Usai selamatan, puluhan warga yang turut hadir diberikan nasi berkatan. Agar tidak rebutan, aparatur desa membagikannya secara rata. Namun, untuk masyarakat dari luar wilayah tidak diperbolehkan datang. Hal itu sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak desa.

“Memang tidak seperti tahun sebelumnya yang biasanya banyak warga dari berbagai desa datang ke sini. Memang kami punya aturan di tengah pandemi ini. Tapi Alhamdulillah semua bisa terlaksana dengan baik. Semoga ke depan desa ini menjadi desa yang semakin tenteram dan rakyatnya bisa bekerja dengan lancar dan mendapat barokah,” ucap Kepala Desa Lahar Setiawan Budhiaji.

Ia katakan, pada masa pandemi virus corona ini, segala bentuk kesenian tradisional seperti ketoprak, kirab, pentas musik, dan turnamen baik sepak bola maupun voli ditiadakan. Bahkan, kesenian lokal seperti Gong Cik juga tampak tidak memeriahkan acara sakral tersebut. Namun, pertunjukan wayang tetap dilakukan di punden setempat seiring dengan prosesi ritual adat. Hanya, durasinya tak lebih dari 10 menit. Sebab, wayang itulah syarat dari danyang desa setempat.

“Kegiatan memang kami sederhanakan. Saya tidak ingin memancing kerumunan orang banyak seperti tahun-tahun lalu,” ungkapnya.

Baca juga : Tugu Pete, Ikon Baru Penambah Keelokan Taman Sardi

Lanjutnya, sedekah bumi memang rutin digelar setiap tahunnya. Hal itu sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas segala limpahan rezeki, khususnya hasil bumi yang melimpah.

Kades menyampaikan, untuk sedekah bumi di Desa Lahar, digelar setiap Kamis Pahing di Bulan Apit pada penanggalan Jawa. Tradisi ini, secara turun temurun sudah dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler