BETANEWS.ID, PATI – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati mencatat ada 149 organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Pati. Semuanya pun dikatakan sudah berizin oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.
Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat (Ormas) pada Kesbangpol Pati Herman Setiawan mengungkapkan, banyak ormas baru yang melaporkan keberadaannya kepada Kesbangpol. Salah satunya adalah Bintang Muda Indonesia.

Baca juga: Gelorakan Semangat Cinta Tanah Air, Ormas Petanesia Hadir di Kudus
“Kami di Kesbangpol melakukan pencatatan. Total ada 149 ormas turunan langsung dari pusat. Seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan yang terbaru itu Bintang Muda Indonesia,” ungkap Herman saat ditemui di ruangannya, Senin (13/6/2022).
Herman mengungkapkan, ormas perlu membawa sejumlah persyaratan untuk melaporkan keberadaannya kepada Kesbangpol. Yakni Surat Keputusan (SK) bahwa ormasnya telah terdaftar secara legal dengan dibuktikan adanya SK dari Kemenkumham atau Kemendagri.
Kemudian, memiliki format pengurus minimal ketua, sekretaris dan bendahara. Ketiga, ada kesekretariatan yang berlokasi di Kabupaten Pati sendiri.
“Nanti setelah tiga tahun akan ada daftar ulang lagi. Mungkin ada perubahan di formaturnya atau ada perubahan lainnya. Mereka perlu melaporkan ke sini (Kesbangpol) lagi,” terangnya.
Untuk mengantisipasi adanya ormas yang menyeleweng dari ideologi Pancasila maupun UUD 1945, Kesbangpol Pati rutin melakukan pembinaan. Seperti di bulan Juni ini, Herman mengatakan Kesbangpol telah melakukan sosialisasi terhadap ormas, dengan agenda wawasan kebangsaan untuk menguatkan rasa nasionalismenya.
Di samping itu, Kesbangpol Pati sendiri mencatat tidak ada ormas Khilafatul Muslimin yang tumbuh di Pati. Untuk mengantisipasinya, penguatan ideologi pun gencar dilakukan.
Kabid Kesbang pada Kesbangpol Pati Aris menambahkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan BIN, BAIS, dan badan intelijen lainnya di Pati untuk melakukan pemantauan pada ormas-ormas yang dicurigai.
Baca juga : Tak Terima Motor Anggotanya Ditarik Paksa, Ormas Datangi Adira Finance Kudus
Selain itu, sosialisasi dengan siswa di sejumlah sekolah juga dilakukan, agar paham radikalisme tidak berkembang di dunia pendidikan.
“Kita rutin melakukan pengawasan serta koordinasi dengan badan intelijen di Pati. Sosialisasi kepada siswa juga kita lakukan,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

