BETANEWS.ID, KUDUS – Dua tahun bekerja di Jepang membuat Hermawan (28) punya ide untuk membuka kedai yang menjual kuliner khas Negeri Sakura. Bahkan, Kedai Maki No Udon yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kudus itu kini jadi jujugan pencari mi udon yang jarang ditemui di Kota Kretek.
Hermawan menceritakan, saat bekerja di Jepang, dirinya memang sudah punya niatan membuka kedai mi. Benar saja, sepulang merantau, ia kemudian sekolah chef di Semarang selama satu tahun, untuk belajar lebih tekun tentang masakan Jepang.

“Saya kerja di Jepang dua tahun, kemudian setelah pulang saya langsung belajar masak selama satu tahun di Semarang. Membuat kedai mi sudah menjadi cita-cita saya saat masih di sana,” ujarnya, Selasa (10/5/2022).
Baca juga: Mencicipi Nikmatnya Mi Udon di Kedai Maki No Udon, Menu Ini yang Paling Laris
Kemudian, setelah selesai belajar, Hermawan pun langsung membuka kedai yang menyediakan menu mi udon pada 16 April 2022 lalu. Ia juga Cuma butuh waktu sebulan saja untuk menemukan racikan yang pas untuk lidah orang Kudus.
“Untuk buat racikan kuah udonnya butuh waktu satu bulan saja, karena memang sudah belajar,” tambahnya.
Untuk menarik pengunjung, Hermawan membuat mi udon yang memiliki rasa sangat otentik, seperti mi udon yang ada di Jepang.
“Rasa udonnya saya buat sangat otentik, seperti mi udon yang ada di Jepang. Jadi dari mi udon dan dagingnya pun saya beli impor yang buatan Jepang agar lebih mirip rasanya,” ujarnya.
Baca juga: Tak Ingin Berlama-lama Kerja di Bank, Wulan Pilih Rintis Toko Roti Moon Pastry
Meski memiliki kualitas dan rasa yang otentik, Hermawan mengaku tetap menjual mi dengan harga yang terjangkau, yaitu mulai Rp18 ribu hingga Rp23 ribu saja.
“Selain udon saya juga menyediakan tempura untuk pendamping makan mi udonnya. Total ada 11 jenis dengan harga dari Rp1 ribu sampai Rp4,5 ribu saja,” tandas dia di kedai yang buka setiap Senin-Selasa dan Kamis-Minggu, mulai dari pukul 13.00 WIB sampai 21.00 WIB itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

