31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaSOLOPemkot Solo Akan...

Pemkot Solo Akan Tertibkan PKL yang Masih Bandel Jualan di Zona Larangan

BETANEWS.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan segera melakuakn penertiban bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjulan di zonasi larangan. Di antaranya di depan Pasar Legi, halaman Benteng Vastenburg, ruang terbuka di Bendungan Tirtonadi dan beberapa lokasi lainnya.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mencontohkan, para pedagang emperan yang berada di Pasar Legi yang semula sudah bersih pada sekitar pukul 06.00 WIB, namun saat ini hingga puku 08.00 WIB masih berjualan. Akibatnya, sering terjadi kemacetan di lokasi tersebut.

Pemkot Solo akan tertibkan PKL yang berjualan di zona larangan. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Pantau CFD, Gibran Soroti Sejumlah PKL yang Jualan Tak Sesuai Zonasi

- Ads Banner -

“Pedagang yang berada di Pasar Legi itu kan kalau pagi membludak ya. Biasanya jam 6 ilang, sekarang jam 8 masih ada. Apapun itu, saya yakin penambahan pedagang pasti ada, saya kita seperti di Pasar Klewer, tapi akan kita tertibkan,” kata Teguh usai rakor penertiban pedagang oprokan di luar Pasar Legi dan PKL di area parkir Kawasan Cagar Budaya Benteng Vastenburg di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Solo, Kamis (19/5/2022).

Selain itu, saat ini PKL yang berada di area parkir Benteng Vastenburg juga semakin menjamur. Padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo, tidak boleh ada pedagang yang berjualan di kawasan cagar budaya.

“Ini harapannya ekonominya berjalan, ruang-ruang terbuka yang sudah dibuka oleh pemkot tetap bersih. Kalau dari awal sudah dimulai, saya yakin kasusnya tidak seperti di Benteng Vastenburg yang menumpuk,” kata Teguh.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Solo Arif Darmawan menyebut, di halaman Benteng Vastenburg setidaknya ada 63 PKL yang berjualan, sedangka di area Bendungan Tirtonadi ada sekitar 30-an pedagang. Namun para pedagang yang bejualan, banyak meninggalkan sampah sehingga membuat lokasi tersebut menjadi kumuh.

“Kemudian ora teko rersik mulih resik (tidak berangkat bersih, puang bersih). Sampah ditinggal di situ, kemudian tidak tertata. Sebenarnya itu kan dulu sudah steril karena cagar budaya dan beberapa titik spot alun-alun utara itu sebenernya Senin dan Kamis, pedagang mobil itu menjadi titik perhatian kita,” kata Arif.

Menurut Arif, penertiban PKL di beberapa lokasi tersebut akan segera dilakuakan. Terlebih di kawasan halamman Pasar Legi yang memang ketentuan awalnya, para pedagang harus menempatkan diri setelah banguan tersebut selesai dikerjakan, sehingga yang menjadi prioritas pertama untuk segera dilakukan penertiban adalah paa pedagang di area itu.

“Ya nanti kita akan tertibkan semua, artinya nanti akan dilakukan penataan dari teman-teman Dinas Perdagangan seperti apa nanti akan kita lakukan penertiban. Tapi untuk Pasar Legi kan sudah selesai (pembangunan) itu, sebenarnya masuk dan tidak ada toleransi lagi, harus kita tertibkan. Secepatnya akan kita lakukan,” katanya.

Baca juga : Tambah Lokasi CFD, Pemkot Solo Ingin Tampung Lebih Banyak PKL

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, bahwa di halaman Benteng Vastenburg yang merupakan bangunan cagar budaya akan kembali disterilkan dari PKL. Menurutnya, sebelumnya kawasan tersebut sudah steril, namun semenjak 1,5 tahun belakangan ini para PKL kembali menjamur.

“Intinya bahwa di sana kondisinya sekarang kumuh, padahal itu posisisnya di jalan koridor Kota Surakarta. Itu yang akan kita lakukan penertiban. Paling tidak nanti kita lakukan sosialisasi sambil nunggu teman-tema Disdag seperti apa. Tapi intinya cagar budaya tidak boleh digunakan untuk sepert itu,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler