Kisah Gus Irfan Rintis Sarung Batik Lar Gurda, Awalnya Sempat Libatkan Santri Dalam Produksi

BETANEWS.ID, SOLO – Sarung batik Lar Gurda dengan motifnya yang universal, kini semakin diminati, khususnya bagi kalangan santri. Sarung dengan ragam motif yang keren ini, bisa dikenakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pria, wanita, ataupun anak-anak.

Adalah Irfan Nuruddin, pengusaha muda sukses yang memiliki brand sarung batik Lar Gurda. Sebelumnya, ia memproduksi kain batik pada umumnya. Kemudian pada Ramadan 2017 lalu, ia mulai memproduksi sarung batik tersebut.

Proses pembuatan sarung batik Lar Gurda. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Lebih Gaya dan Modis saat Lebaran dengan Sarung Batik Lar Gurda

-Advertisement-

“Sejarahnya, Lar Gurda itu ya biasa sih, kita kan anak muda waktu itu ya, udah punya tanggung jawab keluarga terus berpikir kita mau usaha apa gitu. Awlaya dulu ya bikin batik biasa itu, terus akhirnya punya ide yang belum begitu banyak orang digarap. Terus berpikir bikin sarung,” kata pria yang kerap disapa Gus Irfan itu, Senin (18/4/2022).

Perlu waktu baginya untuk dapat mengenalkan sarung batik agar bisa diterima oleh masyarakat luas. Meski sudah ada sejak dulu, sarung batik awalnya hanya dipakai oleh kaum hawa ataupun anak-anak saja.

“Terus saya berpikir, kenapa nggak dipakai untuk umum atau dewasa seperti zaman dulu gitu, kemudian saya memproduksi sarung batik. Hanya sederhana seperti itu saja, saya pengen sesuatu yang unik lah,” ujarnya.

Seperti pengusaha pada umumnya, pria yang juga merupakan Lurah Pondok Pesantren Al-Muayyad itu juga perlu memberikan edukasi kepada konsumennya bahwa sarung batik juga bisa dikenakan oleh kaum pria.

“Terus akhirnya mulai diterima oleh maayarakat umum, terutama di Luar Solo itu. Syukur Alhamdulillah mulai bisa diterima oleh masyarakat, bahwa sarung batik itu kalau dipakai laki-laki juga keren. Bahkan fashionable ya, kadang dipakai Jumatan kok beda gitu ya,” kata dia.

Atas kerja kerasnya itu, ia berhasil memasarkan sarung batik Lar Gurda ke seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan, sarung batik tersebut juga beberapa kali nampak dipakai oleh beberapa tokoh penting, diantaranya seperti Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di beberapa kesempatan.

Selain itu, Gus Irfan juga mengatakan, bahwa pada saat awal memproduksi sarung batik, ia juga melibatkan para santri.

Baca juga : Resign dari Bank, Begini Kisah Berliku Budi Rintis Usaha Sarung Batik Kudus yang Kini Laris Manis

“Awal-awal dulu, tapi ya nggak bisa maksimal. Ya kadang di pondok itu adakalanya kegiatan eksternal bikin batik, tapi ya nggak bisa maksimal, karena mereka kan lebih ke untuk belajar,” ujarnya.

Kendati demikian, masih ada beberapa proses tertentu yang masih melibatkan para santri, namun tidak sei ntens para pekerja pada umumnya.

“Ya mungkin nanti kalau santri sudah selesai belajarnya di pesantren, kalau ada yang mau membatik ya bisa difasilitasi,” kata dia.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER