31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Lebih Gaya dan Modis saat Lebaran dengan Sarung Batik Lar Gurda

BETANEWS.ID, SOLO – Di sebuah rumah produksi batik yang berada di Jalan Wirotamtomo Nomor 9 Serengan, Solo, nampak beberapa pria sedang menempelkan malam dengan menggunakan cap di sebuah kain putih.

Setelah dicap, kain tersebut nampak indah dengan motif-motof yang khas. Sesekali, mereka menempelkan cap bermotif sayap burung garuda. Rupanya, mereka sedang membuat sarung batik Lar Gurda.

Pembuatan sarung batik Lar Gurda. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Sarung Batik Al-Hazmi Siapkan Motif Terbaru Khas Kudusan untuk Sambut Ramadan

-Advertisement-

Lar Gurda merupakan sarung batik yang diproduksi oleh seorang pria yang bernama Irfan Nuruddin. Kepada Betanews.id, pria yang juga merupakan Lurah Pondok Pesantren Al-Muayyad itu mengatakan, bahwa ia ingin membuat sesuatu yang unik dan belum terlalu banyak dibuat oleh kebanyakan orang.

“Selama ini sarung batik memang sudah ada sejak dulu, tapi kan masih identik untuk perempuan ya, terutama di daerah Jawa Timur. Sarung batik itu identik untuk dipakai wanita atau anak sunat ya. Terus saya berpikir kenapa nggak dipakai untuk umum atau dewasa,” kata dia, Senin (18/4/2022).

Pria yang kerap disapa Gus Irfan itu mengatakan, bahwa mulanya ia perlu mengenalkan kepada masyarakat, bahwa sarung batik bisa dipakai semua orang dan tidak mengenal gender.

“Terus akhirnya mulai diterima oleh masyarakat umun terutama di luar Solo itu. Syukur alhamdulillah mulai bisa diterima oleh masyarakat, bahwa sarung batik itu kalau dipakai laki-laki juga keren,” ucap Gus Irfan.

Selain itu, motif yang menjadi masterpiece adalah motif Lar Gurda itu sendiri, yang menggambarkan sayap burung Garuda. Bahkan, hingga saat ini, Gus Irfan mengatakan, sudah ada kurang lebih 400-an motif sarung yang ia buat.

Adapun jenis batik sarung Lar Gurda bermacam-macam, mulai dari cap, tulis, dan juga kombinasi antara cap dan tulis. Dalam pengerjaannya, ia juga melibatkan banyak orang untuk membuat sarung batik ini.

“Kalau di sini pekerja hampir 15, terus kalau pembatiknya saya ada di sukoharjo ya (batik tulis) 15 juga. Kalu dulu awalnya dulu hanya dua gitu,” kata dia.

Dalam sebulan, ia bisa memproduksi sebanyak lima ribu sarung batik. Bahkan, dengan SDM yang ada, ia mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan konsumen yang merata di seluruh Indonesia.

“Ya hampir semua orang Indonesia ada, kita sudah melayani hampir semua provinsi di Indonesia, terutama saat ini ya masih Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah. Kalau ke luar negeri itu Taiwan, cuma teman-teman yang ada di Taiwan gitu, bukan orang sana. Kita belum ekspor ya, karena prouksi kita masih terbatas,” ujarnya.

Baca juga : Berburu Sarung Batik Khas Pati yang Jadi Idaman saat Lebaran

Tak kalah dengan brand lainnya, Gus Irfan juga memasarkan sarung Lar Gurda melalui berbagai e-commerce. Harga yang di tawarkan juga sangat terjangkau di kelasnya.

“Harganya murah kok, saya hanya menjual mulai Rp 160 ribu, Rp 150 ribu gitu, untuk harga sekelas itu itu termasuk sangat murah lah. Dulu saya nyasarnya memang ke santri yang harganya sekiranya mereka bisa jangkau,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER