BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Ahmad Sugiarto (41) terlihat melakukan proses finishing kaca patri di rumah produksinya di Desa Gulang RT 1 RW 4, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Ia yang dibantu seorang karyawan itu tampak berbagai tugas mengerjakan beberapa kaca hias pesanan pelanggan.
Saat ditemui betanews.id, Ugik begitu ia akrab disapa bersedia berbagi kisah usaha yang dirintis 2015 lalu itu. Ia menuturkan, awal merintis usaha produksi kaca karena ia suka dengan seni. Namun sebelumnya, ia mengalami kepahitan dalam pekerjaan saat ikut dengan orang lain sebelum merintis usaha tersebut.

Menurutnya, saat ikut kerja dengan membuat pagar teralis atau pekerjaan las, ia tak menghasilkan pundi-pundi uang yang diharapkan.
Baca juga: Di Balik Kisah Bubur Bakar Badran yang Lagi Hits di Solo, Ternyata Ada Tujuan Sosial dari Pemiliknya
“Ikut kerja itu selama 1 tahun, itu pun tidak bisa diandalkan dan tidak memiliki prospek bagus. Kemudian saya keluar dan ikut bekerja membuat kaca hias seperti ini, dan menurut saya ada prospek dalam usaha ini,” bebernya, Selasa (26/4/2022).
Kemudian setelah dua tahun ikut kerja membuat kaca itu, bapak dua anak tersebut akhirnya punya modal dan memilih mendirikan usaha serupa. Dengan keteguhan hati dan niat, usahanya kini pelanggannya hampir dari seluruh wilayah Indonesia, seperti, Kudus, Jepara, Demak, Pati, Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
“Ya karena saya lebih mengutamakan kualitas, meski saya menambahkan bahan impor sedikit, namun hal itu sudah berbeda dengan yang lain, dan kebanyakan tidak menggunakan seperti itu karena bahan impor harganya lebih mahal. Namun tidak masalah supaya, produksi di sini dikenal masyarakat luas,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

