31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKISAHDi Balik Kisah...

Di Balik Kisah Bubur Bakar Badran yang Lagi Hits di Solo, Ternyata Ada Tujuan Sosial dari Pemiliknya

BETANEWS.ID, SOLO – Seorang pria terlihat sedang memasak bubur dengan cara dibakar. Setelah dirasa matang, bubur yang berada di dalam clay pot tersebut kemudian diangkat, untuk selanjutnya disajikan kepada pelanggan yang sudah menunggu di kedai yang berada di Jalan Hasanudin Nomor 40,Solo tersebut.

Bubur unik yang bernama Bubur Bakar Badran tersebut, selalu ramai dengan pembeli. Bubur ini banyak dicari pecinta kuliner, khususnya yang berada di wilayah Solo.

Oky Adi Kurniawan, Pemilik Kedai Bubur Bakar Badran ini menceritakan, bahwa usahanya itu dirintis sejak 2020 lalu.

Kedai Bubur Bakar Badran yang berada di Jalan Hasanudin Nomor 40,Solo. Foto: Khalim Mahfur.
- Ads Banner -

Baca juga : Mencicipi Gurihnya Bubur Bakar Badran Solo, Langganan Kaum Muda hingga Sosialita

“Saya dan temen-temen, kebetulan dulu pernah kerja di resto di Solo. Kemudian saya membuka usaha ini dan akhirnya jadi sampai sekarang ini, jadi basic kita memang kuliner,” kata Oky, Senin (28/3/2022).

Sebelumnya, Oky pernah bekerja di salah satu retoran selama delapan tahun. Kemudian, ia bersama teman-temannya merintis usaha ini.

“Awalnya bareng sama teman-teman sih, waktu itu di tengah-tenfah pandemi, jadi kita mengajak join teman untuk membuat sebuah kuliner baru, trobosan baru,” kata dia.

Tak hanya modal nekat, Oky sebelumnya juga sudah melakukan observasi untuk membuat konsep bubur yang disajikan dengan clay pot panas ini.

Siapa sangka, usahanya itu kian melejit. Bahkan menjadi buruan para pecinta kuliner dari banyak kalangan masyarakat.

Rupanya, Oky dan teman-temannya juga memiliki tujuan sosial mendirikan usaha tersebut. Ia mengatakan, rumah yang digunakan sebagai kedai itu awalnya adalah sebuah rumah sosial.

“Ya tujuan awal jualannya itu untuk berbagi ilmu, kan di sini awalnya rumah sosial. Jadi kita inisiatif saja supaya anak-anak di sini punya tambahan pengetahuan gitu. Jadi kita juga bekerja sama dengan anak-anak yang kurang beruntung untuk dijadikan sebagai karyawan di tempat ini,” ujarnya.

Baca juga : Menikmati Bubur Ayam Semarang Pakai Kuah Opor di Kudus

Selama dua tahun perjalannya menekuni usaha ini, Oky mengaku pernah mengalami naik turun dalan bisnisnya. Namun, ia selalu mensyukuri apapun yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

“Di dalam bisnis itu kan pasti ada naik turun penghasilanya, ya kita jalani aja. Yang terpenting adalah kita bisa cukup untuk semuanya,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler