31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Mencicipi Gurihnya Bubur Bakar Badran Solo, Langganan Kaum Muda hingga Sosialita

BETANEWS.ID, SOLO – Disebuah kedai yang berada di Jalan Hasanudin Nomor 40, Solo, nampak seorang pria sedang memasak bubur di sebuah clay pot dengan cara dibakar.

Bubur yang diberi nama Bubur Bakar Badran ini, disajikan dengan cara dipanaskan terlebih dahulu. Bubur dibakar di atas kompor dengan menggunakan clay pot. Setelah bubur dibakar, barulah kemudian diberi topping di atasnya.

Salah satu warga sedang menikmati gurihnya Bubur Bakar Badran. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Menikmati Bubur Ayam Semarang Pakai Kuah Opor di Kudus

-Advertisement-

Pemilik Bubur Bakar Badran, Oky Adi Kurniawan mengatakan, bahwa ia dan temannya ingin membuat menu bubur yang istimewa, berbeda pada umumnya. Yakni, ketika bubur ini disajikan, masih dalam kondisi yang panas.

“Jadi mulanya kita melakukan observasi dulu, kita kan pengen jual bubur, kemudian kok bubur itu sudah mainstream. Kita pengen melakulan trobosan yang anti mainstream lah, nggak cuma bubur yang dingin, tapi gimana caranya biar bubur ini bisa disajikan dengan panas,” kata dia kepada Betanews.id, Senin (28/3/2022)

Selain itu, topping yang ditawarkan pada Bubur Bakar Badran ini sangat bervariatif. Mulai dari topping pada bubur pada umumnya, olahan daging, serta sea food.

“Ada dari seafoof, daging, macam-macam daging, kemudian ada dari ayam, itu kita ada ayam gulung, ada ayam merah. Tapi yang best seller adalah topping lobster sama ayam merah dan daging asap,” ujarnya.

Oky mengatakan, konsep hidangan tersebut sudah disajikan di beberapa hotel berbintang dengan harga yang cukup mahal. Namun di kedai bubur ini, ia menawarkan dengan harga yang sangat terjangkau.

“Kalau untuk bubur itu mulai dari Rp 9 ribu sampai bubur komplit itu Rp 17,5 ribu,” sebutnya.

Dengan harga yang bersahabat, tak heran jika Bubur Bakar Badran diserbu oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari kalangan anak muda hingga kaum sosialita.

“Buka dari jam 06.00 pagi sampai jam 21.00 malam. Banyak anak anak muda, kemudian kaum-kaum sosialita juga sering ke sini. Mereka yang ingin mencari sarapan enak juga harga terjangkau, mereka pasti langsung ke sini,” ujarnya.

Dalam sehari, Oky bisa menjual lebih dari 200-250 porsi saat hari biasa. Apalagi pada akhir pekan, ia bahkan bisa menjual 300 porsi bubur bakar.

Baca juga : Bubur Asyura, Kuliner Khas yang Ditunggu Saat Buka Luwur Makam Sunan Kudus

Salah seorang pembeli yang bernama Desty Luth (24) mengaku sudah kedua kalinya menikmati Bubur Bakar Badran. Awalnya ia mengetahui kuliner itu dari media sosial Instagram.

“Rasanya beda dari bubur yang lain, karena mungkin isiannya yang menarik dan harganya juga terjangkau, jadi sangat recomended sih,” kata Desty.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER