31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Ganjar Minta Pj Bupati Jepara Genjot Industri Ukir dan Wisata

BETANEWS.ID, JEPARA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia juga meminta agar pendidikan vokasi ukir menjadi salah satu prioritas.

“Di sini punya potensi yang bagus-bagus, hebat-hebat. Contohnya di Karimunjawa, ekonomi kreatif dan pariwisata mesti dikembangkan. Tadi saya lihat kerajinan ukir juga sangat bagus, tapi peminatnya makin kecil. Maka perhatian pada pendidikan vokasi ukir ini menjadi prioritas,” kata Ganjar di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (31/5/2022).

Ganjar menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang fokus membereskan bandara di Karimunjawa. Sembari menunggu itu rampung, Ganjar meminta agar Pemkab Jepara dan pengelola pariwisata serius menyiapkan dan menangani Karimunjawa.

Baca juga: Berkat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar, Industri Ukir di Jepara Bisa Hemat Biaya Produksi

“Saya minta kerja sama dengan tempat-tempat yang ramai seperti Yogya dan Bali, untuk membuat paket wisata agar bisa naik,” jelas Ganjar.

Menurutnya, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi salah satu potensi agar perekonomian di Jepara bisa segera bangkit dari pukulan pandemi. Untuk itu, sama seperti dengan tiga kabupaten/kota lain yang dipimpin oleh Penjabat Bupati/Wali Kota, Ganjar meminta agar anggaran tahun 2023 disiapkan dengan prioritas ekonomi, khususnya usaha kecil dan mikro.

“Jepara ini juga salah satu kabupaten yang sangat menarik untuk investasi. Maka berikan layanan yang mudah, murah, dan cepat,” katanya.

Selain beberapa hal tersebut, Ganjar juga mengingatkan Edy terkait permasalahan kesehatan, khususnya penyakit mulut dan kuku (PMK) dan cacar monyet.

“Ini mesti jadi perhatian. Satu nyerang orang, satu nyerang hewan,” pesan Ganjar.

Baca juga: Ganjar Minta Masukan Konsultan untuk Bantu Atasi Masalah Rob di Pantura

Ia kemudian menuturkan ada kepala desa yang menyampaikan jika di desanya ditemukan ada sekitar 300-an kerbau yang terpapar PMK. Ternyata hal itu belum terdeteksi, sehingga perlu kerja sama antara para peternak, surveilans, dan dinas terkait.

“Ini yang kita minta agar kerja sama dengan kita. Sentra-sentra yang seperti ini mesti segera dideteksi, dan kita minta agar surveilansnya segera jalan, dokter hewan, dan yang mengurusi peternakan semua turun ke lapangan. Kalau ini bisa terkendali, harapan kita cukup bisa menahan potensi-potensi penyakit ini. Sehingga nanti ketika kita bisa menyiapkan program untuk menaikkan ekonomi, sektor-sektor ini relatif akan aman,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER