31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Berkat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar, Industri Ukir di Jepara Bisa Hemat Biaya Produksi

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak tujuh industri ukir kayu di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, mulai merasakan manfaat dari bantuan energi alternatif tenaga surya dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ketujuh industri yang tergabung dalam Koperasi Industri dan Kerajinan (Kopinkra) Seni Ukir Relief UMKM itu adalah Oval Jati, Bumi Hijau, Tropical Etnic, Carving Art, Mulyo Indah Putra, Ega Jati, dan Fisikabo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap akan lebih banyak industri yang menggunakan energi alternatif untuk mendongkrak produktivitas. Menurut Ganjar, bantuan itu bisa menghasilkan daya listrik sebesar 20,4kWp yang penggunaanya menggunakan sistem hybrid dengan listrik dari PLN.

Ganjar meninjau manfaat bantuan PLTS rooftop untuk industri ukir di Desa Senenan, Tahunan, Jepara, Selasa (31/5/2022). Foto: Ist

Alhamdulillah tadi berdasarkan pengakuan kawan-kawan yang ini bisa lebih efisien, sekitar 60 persen. Jadi kalau siang gunakan tenaga surya, nanti kalau malam baru dia pakai yang PLN. Jadi di-hybrid,” katanya.

Baca juga: Sempat Mengubur Mimpi Punya Rumah Layak Huni, Keinginan Buruh Tani Ini Akhirnya Diwujudkan Ganjar

Ganjar ingin energi alternatif itu bisa diberikan secara terus-menerus dan bertahap. Karena tidak menutup kemungkinan panel surya tersebut bisa digunakan lebih banyak lagi oleh masyarakat.

“Karena penjualan juga belum terlalu pulih, masih belum bagus, ini kesempatan mereka bisa membikin satu produk dengan lebih efisien karena energinya dibantu. Nah nanti kalau lebih banyak lagi yang sudah menggunakan, harapan kita ya lebih terbiasa menggunakan tenaga yang di-install di rumah-rumah. Ini lebih produktif,” jelas Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga mendorong pemanfaatan energi alternatif menggunakan panel surya itu untuk industri lainnya. Pola yang sudah digunakan oleh Kopinkra ukir di Jepara tersebut bisa menjadi contoh. Di mana mereka mengajak pengrajin rumahan untuk berkolaborasi.

“Industri garmen juga bisa melakukan itu. Bengkel juga butuh energi. Semua butuh energi, jadi bukan tidak mungkin semuanya menggunakan energi alternatif,” jelas Ganjar.

Menurutnya, bantuan panel surya yang saat ini sudah berjalan diberikan di pondok pesantren, sekolah, dan industri selain ukir. Juga ada industri otomotif dan sparepart kendaraan di Tegal.

Baca juga: Ganjar Minta Bankeu Desa Benar-benar Dikelola Secara Maksimal

“Usaha lain ada di Tegal, sparepart kendaraan. Jadi otomotif juga bisa, cukup banyak yang bisa kita berikan bantuan. Ya, sambil mengenalkan pada masyarakat bahwa ini bisa efisien untuk membantu suplai energi,” kata Ganjar.

Salah seorang pengrajin ukir kayu, Purwanto mengaku baru beberapa bulan menggunakan energi alternatif tenaga surya. Selama beberapa bulan, itu ia sudah mulai merasakan manfaatnya, khususnya dalam biaya listrik.

“Bisa membantu mengurangi energi, untuk pembayaran listrik, tapi kalau sudah hujan atau mendung tidak bisa digunakan. Kalau banyak hujan maka tombok (pakai listrik PLN). Normalnya biasanya Rp1 juta. Ini baru beberapa bulan pakai, kemarin juga banyak hujan, jadi kemarin kalau nggak salah baru berkurang Rp100 ribu. Tidak tahu kalau ini nanti semakin panas, maka bisa terus berkurang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER