BETANEWS.ID, JEPARA – Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara saat ini berhenti beroperasi. Penyebabnya beragam, mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang bermasalah hingga kasus keracunan yang terjadi di SMPN 2 Jepara.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa, menyebut tiga SPPG tersebut yaitu SPPG Welahan 3, Mulyoharjo 1, dan Bandengan 5.
Untuk SPPG Welahan 3, Wildan menyebut sudah berhenti beroperasi selama dua bulan terakhir. Penyebabnya antara lain masih adanya laporan terkait IPAL yang belum sesuai standar, sarana dan prasarana belum optimal, serta ruang penyekatan yang harus dibenahi.
“Kami minta secepatnya berbenah. Untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan,” jelas Wildan.
Sedangkan SPPG Mulyoharjo 1 sudah berhenti beroperasi selama tiga bulan terakhir. Penyebabnya karena ada masalah internal antara mitra dan yayasan yang belum menemukan titik temu.
Kemudian, untuk SPPG Bandengan 5, penyebabnya yaitu kasus keracunan yang membuat 123 siswa dan guru di SMPN 2 Jepara mengalami diare, mual, hingga ada yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD).
Dari hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang keluar pada Jumat (7/8/2026), beberapa sampel makanan yang diuji positif mengandung bakteri yang menyebabkan gangguan pada pencernaan.
“Untuk SPPG Bandengan 5 disuspen (berhenti operasional sementara) minimal dua minggu ke depan. Sudah ada surat dari BGN (Badan Gizi Nasional) langsung,” kata Wildan.
Baca juga : Hasil Uji Lab Sampel Menu MBG di SPPG Bandengan 5 Jepara Positif Mengandung Bakteri
Wildan menyatakan, jika pemberhentian operasional lebih dari satu bulan, penerima manfaat akan dialihkan kepada SPPG terdekat.
“Kalau kurang dari satu bulan, kami mohon maaf kepada penerima manfaat untuk sementara tidak mendapat MBG (Makan Bergizi Gratis) dulu. Karena administrasinya harus disesuaikan lagi kalau mulai operasional,” ujar Wildan.
Saat ini, Wildan melanjutkan, total terdapat 186 SPPG di Jepara yang beroperasi. Total penerima manfaatnya yaitu 352.673 jiwa, terdiri dari siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Di sisi lain, masih banyak SPPG yang dalam tahap penyiapan. Sayangnya, saat ini BGN melakukan moratorium atau menghentikan sementara pembukaan SPPG baru. Hanya saja, Wildan tidak memiliki data SPPG yang belum beroperasi.
“Kami tidak punya data pastinya. Karena saat pendaftaran langsung ke websitenya BGN. Tapi yang pasti masih banyak yang belum beroperasi dan dimoratorium,” pungkas Wildan.
Editor: Kholistiono

