31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Endang Susanti, Salah Satu Wisudawan Terbaik IAIN Kudus yang Sempat Kesulitan Biaya untuk Kuliah

BETANEWS.ID, KUDUS – Datang dibonceng oleh seorang pria, Endang Susanti tampak begitu semringah saat tiba di Gedung Olahraga (GOR) IAIN Kudus, Sabtu (14/5/2022). Bagaimana tidak, hari ini adalah saat yang dinanti-nantikan semua mahasiswa di setiap kampus. Dengan memakai toga, ia dengan penuh percaya diri memasuki ruang pengukuhan wisuda itu.

Bersama dengan 1.068 wisudawan yang lain, Endang tampak duduk khusus mengikuti acara demi acara wisuda Sarjana Strata 1 ke 31 dan Pascasarjana ke 13 itu. Saat namanya dipanggil untuk maju ke depan, Endang juga tampak sigap dan mempercepat langkahnya untuk menuju podium.

Endang Astuti saat mencium tangan orangtuanya usai wisuda di GOR IAIN Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Di podium itu, rupanya ia didaulat menjadi salah satu wisudawan terbaik bersama 25 mahasiswa dari masing-masing program studi S1 dan 3 orang wisudawan terbaik program pascasarjana. Endang jadi yang terbaik di program studi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dengan IPK 3,89.

-Advertisement-

Baca juga: Pertama Kali Ada, Sekolah Akuntansi Pesantren Dilaunching di IAIN Kudus

Endang merupakan anak kedua pasangan Sujiman (51) dan Siti Aminah (50), yang berprofesi petani di Blora. Selama menempuh pendidikan di Kudus, orangtuanya sangat bekerja keras untuk membiayainya.

“Kedua orang tua itu petani. Dari hasil tani itu digunakan untuk menguliahkan saya dan kakak. Di lihat dari hasil panen yang tidak menentu, bapak juga rela merantau ke luar Jawa untuk mencari nafkah membiayai kuliah kami. Setelah kakak lulus dan bekerja di Yogyakarta, biaya kuliah kemudian dibantu kakak,” ceritanya.

Perjuangannya untuk menamatkan kuliahnya itu juga tak hanya soal biaya. Karena saat kuliah online di pandemi Covid-19, ia juga mesti berburu sinyal sampai dataran tinggi, karena daerahnya masuk wilayah susah sinyal.

“Pengalaman seperti itu saya alami sendiri waktu kuliah online. Bapak yang mengantarkan saya untuk mencari sinyal,” katanya.

Sekarang, setelah perjuangan sejak 2018 berbuah manis. Endang pun akhirnya lulus dalam waktu yang cukup singkat. Harapannya, setelah lulus S1 ia bisa mendapatkan beasiswa pascasarjana, dengan fokus studi linear seperti sebelumnya, ilmu politik.

“Harapannya bisa lanjut S2 dengan beasiswa, ambil politik lagi. Karena saya ingin menjadi perempuan seperti Wakil Bupati Blora yang mampu masuk di lembaga eksekutif. Tapi di IAIN Kudus belum ada,” ungkapnya.

Baca juga: Modal Rp100 Ribu, Bisnis Pouch 2 Mahasiswa Ini Makin Berkembang dan Kini Beromzet Jutaan

Di sisi lain, Sang Ayah, Sujiman mengaku sangat bangga sekali dengan pencapaian putrinya itu. Bahkan demi menemani putrinya wisuda itu, mereka rela menginap di rumah temannya agar tidak telat datang ke acara.

“Senang sekali, alhamdulilah anak saya bisa lulus kuliah. Alhamdulillah, bersyukur sekali,” kata Bapak Endang,

Bersama istrinya, mereka masih tidak menyangka anaknya bisa menjadi wisudawan terbaik.

“Namanya orang tani, tidak paham. Tapi kami tidak menyangka kalau anak kami bisa menjadi wisudawan terbaik. Jadi kami hanya bisa bersyukur alhamdulilah,” tandas Sujiman.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER