31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Sore Ini UIN Walisongo Semarang Terjunkan Tim Rukyatul Hilal di Empat Lokasi

BETANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan menerjunkan tim pengamatan bulan (Rukyatul Hilal) bulan Ramadan 1443 Hijriah di empat titik lokasi yang berbeda di Provinsi Jawa Tengah.

Empat titik lokasi yang berbeda merupakan bagian ikhtiar bersama untuk memastikan tanggal 1 Ramadan dari berbagai tempat yang berbeda. Empat titik lokasi yang dimaksud adalah Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah, Pelabuhan Kendal dan Pantai Kartini Jepara.

Baca juga : Hilal Tak Terlihat di Kudus Karena Tertutup Mendung, tapi Besok Tetap Puasa

“Betul, ada empat lokasi melihat hilal untuk bulan Ramadan tahun 2022 ini,” ujar Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkaat (LP2M) UIN Walisongo, Dr M Rikza Chamami dalam keterangan tertulis, Jumat (1/4/2022).

Menurut Rikza, kegiatan untuk Rukyatul hilal merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh UIN Walisongo Semarang menjelang Puasa Ramadan. Selain untuk Puasa Ramadan, kegiatan Rukyatul Hilal juga biasanya dilakukan untuk memastikan 1 Syawal, 1 Dzulhijjah dan 1 Muharram.

Untuk kegiatan Rukyatul Hilal 1 Ramadan, UIN Walisongo Semarang berkerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah, Kemenag Kendal, Lajnah Falakiyyah PCNU Jepara dan Tim Hisab MAJT.

“Kami mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut serta mengabdi dalam menentukan awal Ramadan 1443 H ini,” imbuh Rikza.

Tim Rukyatul Hilal dari UIN Walisongo nantinya akan diterjunkan di 4 lokasi tersebut. Menurut Dosen Ilmu Falak (Astronomi Islam), tim yang diterjunkan adalah pihak dosen dibantu para mahasiswa S1 dan S2 Jurusan Ilmu Falak. Mereka akan diterjunkan untuk mengamati visibilitas hilal atau bulan sabit muda saat matahari terbenam, sebagai tanda pergantian bulan pada kalender Hijriah.

“Ini untuk memastikan apakah Ramadan akan dimulai Sabtu atau Minggu, bergantung pada hasil rukyah. Untuk penentuan awal Ramadan 1443 Hijriah, UIN Walisongo tetap menunggu keputusan sidang Isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI petang ini,” ujar Dr Ahmad Adib Rofiuddin, Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo.

Sejauh ini, kata Adib, posisi hilal pada akhir bulan Syakban 1443 Hijriah di seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang mencapai 3 derajat. Artinya besar kemungkinan hilal tidak akan terlihat.

“Ini berarti bahwa kriteria baru Menteri-Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yang digunakan oleh Kemenag RI mulai tahun 2022 ini belum terpenuhi, sehingga kecil kemungkinan hilal akan terlihat,” timpalnya.

Baca juga : Tradisi Tabuh Beduk Blandrangan di Menara Kudus Tandai Awal Ramadan

Kegiatan Rukyatul Hilal ini menjadi penting sebagai uji verifikasi kriteria MABIMS baru yang akan digunakan sebagai acuan dalam penentuan awal bulan hijriah di tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, UIN Walisongo telah menggelar Lokakarya Imsakiyah Ramadan yang menghasilkan jadwal waktu salat, waktu Imsak dan waktu buka puasa sebagai pegangan umat Islam menghadapi Ramadan. Jadwal Imsakiyah Ramadan 1443 H/2022 H produk para pakar Falak UIN Walisongo dapat didownload di http://uinws.link/jadwalimsakiyah.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER