Penjual Kembang Api di Kudus Mengeluh Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Berbagai jenis kembang api tersusun rapi di lapak yang berada di tepi jalan depan Taman Krida Kudus. Seorang pria di sana tampak melayani pembeli yang datang silih berganti. Dia adalah Sutono (42), penjual kembang api.

Saat ditemui di lokasi, pria yang akrab disapa Tono tersebut bersedia berbagi informasi tentang penjualannya. Ia mengaku, penjualan kembang api pada momen lebaran yang biasanya ramai pembeli, kini menurun drastis. Menurutnya, penurunan tersebut hingga 40 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

“Penurunan ini, tak hanya saya rasakan. Tapi teman-teman pedagang kembang api lainnya juga merasakan hal yang sama. Pada intinya semua mengeluh karena penjualan  tidak seramai tahun lalu,” beber Tono kepada betanews.id, Kamis (28/4/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Sempat Dikira Sepi, Penjualan Cokelat Karakter di Nurry Choco Malah Naik Dua Kali Lipat Jelang Lebaran 

Makanya, ia mempunyai cara lain dengan memasarkan dagangannya di pasar online, walau meskipun tak banyak, tapi hal itulah yang ia lakukan demi dagangannya habis. Di sana, ia menjual berbagai macam jenis kembang api mulai dari air mancur hingga petasan.

“Kalau untuk harga kisaran antara Rp5 ribu sampai Rp100 ribu per pack. Yang paling banyak dicari adalah jenis petasan,” rinci warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Penjualan Jajan Lebaran di Kudus Meningkat, Pedagang Bisa Raup Omzet Rp 40 Juta Sehari

Menurutnya, setidaknya ia masih bisa menjual dagangannya itu dari 5 pak sampai 10 pak setiap harinya. Sementara barang laku kebanyakan di atas pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

“Namun saya jualan dari pagi mulai pukul 7.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Jika tidak momen lebaran biasanya saya berjualan aksesoris atau mainan anak-anak di Bagai Jagong, Kudus,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER