Langgar Bubrah di Kudus Ini Dulunya Tempat Ibadah Umat Hindu, Batu Lingga Yoni Jadi Bukti

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Tepasan, Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak sebuah bangunan bata merah dengan tinggi 1,7 meter yang terlihat estetik. Lokasinya sekitar 100 meter di seberang selatan Klenteng Hok Ling Bio. Bangunan tersebut, yakni Langgar Bubrah, situs budaya peninggalan wali yang dulu merupakan tempat beribadahnya umat Hindu.

Luas bangunan Langgar Bubrah sekitar 25 M2 di atas tanah dengan luas 100 M2. Di beberapa bagian bangunan terlihat ornamen bunga. Sedangkan di bagian depan pojok utara terlihat batu hitam berdiri serta di sampingnya ada batu lebar dan ada lubang di bagian tengahnya. Dua batu tersebut disebut dengan Batu Lingga Yoni.

Langgar Bubrah yang berada di Desa Demangan, Kudus. Dulunya merupakan tempat ibadah umat Hindu. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : 95 Persen Bangunan Masjid Langgardalem Masih Asli Peninggalan Sunan Kudus

-Advertisement-

“Batu Lingga Yoni inilah bukti bahwa dulu Langgar Bubrah merupakan tempat ibadah agama Hindu,” ujar juru kelola Langgar Bubrah Fahmi Yusron kepada Betanews.id, Selasa (5/4/2022).

Pria yang akrab disapa Parijoto itu menuturkan, selain Batu Lingga Yoni, ada juga bukti lainnya yakni batu pilar yang ada motif Dewa Siwa, yang merupakan dewa tertinggi umat Hindu. Serta ada juga batu altar yang biasa digunakan untuk tempat sesaji.

“Keberadaan Langgar Bubrah memang sudah ada sejak era Majapahit atau sebelum masa Kerajaan Demak Bintoro. Sebelum Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) datang ke Kudus,” ungkapnya.

Dia menuturkan, Langgar Bubrah dibangun pada tahun 1.400 Masehi. Yakni, pada saat Kudus dipimpin oleh keturunan Majapahit bernama Raden Poncowati.

Pada masa dipimpin Pancawati, mayoritas warga Kudus memeluk agama Hindu. Sehingga dulu di Kudus juga banyak sekali tempat beribadah agama Hindu termasuk Langgar Bubrah.

Hingga pada tahun 1.500 Masehi, Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) yang merupakan senopati Kerajaan Demak Bintoro diutus untuk menyebarkan agama Islam ke wilayah Kudus.

“Sesampainya di Kudus, Sunan Kudus pun kemudian mengislamkan Pancawati. Serta melakukan penyebaran agama di seluruh wilayah Kudus,” bebernya.

Baca juga : Sejarah Kiai Telingsing, Ulama Tionghoa Penyebar Agama Islam di Kudus

Setelah banyak warga Kudus yang memeluk agam Islam, Langgar Bubrah yang dulunya tempat ibadah agama Hindu pun kemudian dijadikan tempat ibadah Agama Islam.

“Dulu namanya itu Pesigit Bubar. Namun kemudian oleh Kemendikbud diganti Langgar Bubrah yang berarti tempat ibadah agama Islam yang rusak tergerus zaman,” terangnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER