31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaKUDUSKudus Bukan Kota...

Kudus Bukan Kota Empat Negeri, Tapi Lebih

BETANEWS.ID, KUDUS – Julukan Kudus Kota Empat Negeri digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus selama ini dinilai belum. Hal itu bila dilihat dari sudut pandang sejarah maupun terminologi.

“Kalau kudus dikatakan Kota Empat Negeri, bisa dikatakan Jawa, Cina, Arab dan Kolonial. Dari sisi terminologi saya agak kurang sreg di sini,” ungkap Sejarawan Edi Supratno, saat memberi Kultum di acara Buka Bersama Beta Media, Selasa (12/4/2022).

Acara buka bersama keluarga besar Beta Media di Sidji Coffe, Selasa (12/4/2022). Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Kudus Kota Empat Negri, Julukan Baru untuk Kabupaten Kudus

- Ads Banner -

Ia sepakat kalau untuk Jawa memang ada pulaunya dan ada tempatnya. Sama halnya dengan Cina dan Arab. Tetapi kolonial, ia secara tegas tidak menyepakati. Sebab, kolonial bukan kata benda, melainkan kata sifat.

“Yang keempat ini tidak masuk karena bukan kata benda tapi kata sifat. Tapi kalau itu dipaksakan masuk, kolonial itu siapa? Karena yang melakukan kolonisasi di Indonesia itu tidak hanya Belanda. Portugis pernah, Inggris juga pernah,” jelas Edy sapaan akrabnya.

Menurutnya, kalau bangsa yang pernah melakukan kolonisasi di Indonesia itu dihitung, maka tidak hanya Empat Negeri. Hal itu yang kemudian membuatnya tidak setuju dari sisi asal usul.

Edy pun melanjutkan, bahwa dirinya juga kurang setuju jika Kudus dimulai pertama kali pada zaman kewalian. Karena menurut Edy sebelum zaman Islam peradaban di Kudus sudah sangat maju.

“Jika Kudus digambarkan mulai dari kewalian, seolah-olah dulu Kudus seperti hutan belantara. Kalau di hutan, apa ada orang yang tertarik dengan teknologi ukiran? Kerajinan ukir menurut saya, sebuah kerajinan yang dipakai orang-orang yang sudah maju,” katanya.

Edy kemudian mencontohkan penemuan situs candi di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kudus. Candi tersebut diyakini sudah ada sejak abad 11, yang artinya tahun 1000 sudah ada kehidupan di Kudus.

“Itu menjadi bukti bahwa Kudus bukan dimulai sejak Sunan Kudus. Tapi kalau nama Kudus di tahun 1549 nya iya. Sama dengan nama Indonesia itu dimulainya tahun 1945, saya setuju. Kalau Kudus disebut Kota Empat Negeri bagi saya pribadi tidak setuju,” ucapnya.

Edy juga berceriata tentang Bujangga Manik, yang merupakan salah satu sosok yang ia kaitkan dengan Kudus. Ada satu kata Bujangga Manik yang menurutnya bisa ditarik menjadi apa itu Kudus.

Baca juga : Karakter Kudus Kota Empat Negri Diharapkan Bisa jadi Daya Tarik Investor

Lanjutnya, Bujangga Manik merupakan seorang resi dari Sunda yang memilih melalang buana dari kota ke kota hingga desa ke desa.

“Dalam perjalanan Bujangga Manik, ia mencatat nama-nama gunung dan nama-nama tempat yang saat ini masih dipakai. Dalam catatannya, dia menyebut di sisi timur Semarang ada gunung yang bernama Welahulu. Padahal di Semarang timur tidak ada gunung. Saya meyakini, jika Welahulu adalah Gunung Muria,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler