31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Banyak E-Warong Bermasalah, Penyaluran Bansos Kembali Disalurkan Tunai

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) yang sebelumnya disalurkan melalui E-Warong, sejak awal tahun 2022 mulai berganti tunai. Penyaluran BPNT bulan Januari-Maret 2022 sendiri telah disalurkan melalui PT Pos Indonesia secara tunai sebesar Rp 200 ribu tiap bulannya untuk masing-masing penerima.

Di periode selanjutnya, April-Juni juga sama, akan disalurkan dengan tunai. Namun belum diketahui pihak mana yang akan digandeng pemerintah sebagai mitra penyaluran bantuan ini.

Baca juga : Saldo E-Warung 422 Penerima BPNT di Kudus Kosong

-Advertisement-

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo membenarkan hal tersebut. Berubahnya proses penyaluran ini disebabkan banyak ditemukan mitra E-Warong yang bermasalah.

Harso mengungkapkan, setidaknya satu E-Warong memiliki 250-350 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mencairkan BNPT di tempatnya. Biasanya, bantuan yang diberikan berupa sembako senilai Rp 200 ribu. Tanpa bisa memilih, KPM hanya diperbolehkan mengambil barang sesuai yang disiapkan E-Warong.

Harso menyebut, seharusnya KPM bebas memilih sembako yang diinginkan dengan BNPT. Tapi malah pihak E-Warong sudah menyiapkan sendiri barang yang akan diambil KPM.

“Permasalahan E-Warong itu banyak sekali. Ibaratnya itu ada gula ada semut. Banyak agen yang bermain. Harusnya sudah beli barang banyak, dijual di E-Warong harganya bisa murah. Malah ternyata masih dikenai biaya tambahan. Lalu ada juga KPM tidak ada pilihan barang lain, seharusnya mereka bebas memilih mau barang apa. Tapi malah sudah dipaketkan,” jelas Harso, Selasa (5/4/2022).

Dari data yang didapat Harso, setidaknya ada 6 ribu lebih E-Warong di Jateng yang bermasalah dari total E-Warong di Jateng sekitar 9 ribu lokasi. Ribuan E-Warong itu pun telah diberi peringatan, serta 600 di antaranya telah dicabut izin menjadi E-Warong.

“Sebelumnya E-Warong itu kan toko kelontong biasa. Tanpa menjadi E-Warong, mereka tetap jadi warung seperti sebelumnya. Hanya saja, waktu jadi E-Warong pembelinya bertambah,” ungkapnya.

Baca juga : Sempat Diperiksa Polda Jateng Terkait E-Warong, Ini Penjelasan Dinsos Kudus

Di samping itu, total PKM di Jateng tahun 2022 sebanyak 3,2 juta keluarga. Lebih sedikit dari tahun 2021 yang jumlahnya sekitar 3,5 juta KPM. Dari penerima BNPT ini pun, 1,2 juta di antaranya menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus Mundir menyebut, jumlah E-Warong di Kudus terakhir ada 147 lokasi. Di mana ada 1 E-Warong yang sebelumnya dicabut izinnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER