Setelah ke Warga, Operasi Pasar Minyak Goreng di Solo Akan Menyasar Toko dan Warung

BETANEWS.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih terus melakukan operasi pasar (OP) minyak goreng hingga 23 Maret mendatang. Kegiatan tersebut guna menyediakan kebutuhan pokok yang sempat langka selama sebulanan ini.

Tak hanya langsung ke warga, operasi pasar juga akan dilaksanakan di toko dan warung dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp14 ribu. Karena menyasar toko dan warung, otomatis minyak goreng yang digelontorkan jauh lebih banyak.

“Sasaran kami ke toko-toko, warung-warung itu ya, tapi dengan tulisan label MMT yang sudah saya buatkan. Tulisannya, jual migor, atau OP migor HET 14 ribu per liter,” jelas Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Heru Sunardi, Rabu (9/3/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Minyak Goreng Rp 14 Ribu dari Bulog Langsung Diserbu Warga Solo

Dengan adanya spanduk tersebut, lanjut Heru, pedagang tidak bisa menjual harga di atas HET. Disamping itu, konsumen juga sudah mengetahui dengan membacanya.

“Pedagang-pedagang itu kita sudah punya datanya. Terus yang siap menjual dengan HET, dengan ketentuan-ketentuan yang sudah kita tentukan, siap dipasangi MMT. Setelah itu baru kita lakukan,” paparnya.

Heru menambahkan, semua pedagang yang menjual minyak goreng akan diakomodir. Pihaknya juga memastikan tidak akan membeda-bedakan antar pedagang.

Baca juga: Minyak Goreng Langka, BPS Solo Sebut Berpotensi Sebabkan Inflasi

“Pokoknya yang daftar, sesuai ketetapan, ketentuan, oke,” jelasnya.

Heru menyebut, penyedia minyak goreng dalam operasi pasar tersebut ada tujuh pihak, yakni Bulog, PT Arda Guna Makmur, dan beberapa lainnya.

“PT Arda Guna Makmur sejumlah 480.000 liter Ini minyaknya bukan yang premium, tapi minyaknya yang medium. Medium kan Rp13.500,” tandas Heru.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER