BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 15 pasien tuberkulosis resisten obat (TB-RO) atau tuberculosis multidrug resistant (TB MDR) telah dinyatakan sembuh total. Para pasien yang berobat di Poliklinik TB-MDR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus itu menerima sertifikat sembuh, Rabu (30/3/2022).
Bupati Kudus HM Hartopo bersama Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni menyerahkan sertifikat kepada para pasien yang telah menjalani pengobatan dalam kurun waktu tertentu dan telah dinyatakan sembuh total. Penyerahan itu pun disaksikan langsung oleh Direktur RSUD Kudus, pejabat struktural, dokter, dan para perawat yang selama ini merawat para pasien.

Baca juga : Pasien BPJS Bisa Gunakan Layanan Kateterisasi Jantung di RSUD Kudus Mulai 2022
“Terima kasih atas dedikasi para petugas. Baik itu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain di RSUD. Dengan keberanian dan kesungguhan serta sikap profesionalnya, berhasil membantu kesembuhan sekaligus memotong rantai penularan tuberkulosis di Kudus,” ungkap Direktur RSUD Kudus, Abdul Aziz Achyar.
Kepada para pasien yang sembuh, pihaknya meminta agar mereka tetap mentaati protokol kesehatan. Termasuk menjaga asupan gizi agar kesehatan tetap terjaga.
Program penyembuhan pasien TB-MDR ini butuh waktu rawat jalan yang panjang, dan tidak boleh berhenti. Jika berhenti, maka harus dimulai lagi dari awal. Pelayanan pengobatan TB MDR telah dimulai sejak tahun 2018. Terkait treatmennya, ada yang perawatan jangka panjang sampai 24 bulan dan ada yang jangka pendek selama 11 bulan.
Aziz menambahkan, keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama. Keberhasilan pemerintah, pihak RSUD, pasien, keluarga yang setia mengontrol obat pasien, dan keberhasilan puskesmas yang berhubungan rutin keseharian dengan pasien.
”Untuk sembuh memang perlu perjuangan dan motivasi ekstra. Rasa bosan, tidak nyaman dan putus asa tidak menutup kemungkinan menghantui para pasien selama masa pengobatan. Namun karena kegigihan, kesabaran, tawakal serta semangat yang dimiliki bukan hanya pasien, tetapi para petugas kesehatan terkait. Alhamdulillah mendapatkan hasil yang menggembirakan,” tuturnya.
Sebagai rumah sakit rujukan pengobatan TB MDR, RSUD dr Loekmono Hadi memiliki ruang ICU TB, ruang ICU TB MDR dan ruang perawatan pasien TB MDR yang representatif. Sejak Agustus 2018 sampai saat ini, telah berhasil menghantarkan kesembuhan pasien TB MDR sebanyak 58 pasien yang berasal dari wilayah Kabupaten Kudus dan kabupaten sekitarnya.
“Total ada 219 pasien, saat ini yang masih menjalani pengobatan ada 58 pasien,” tambahnya.
Bupati Kudus HM Hartopo berpesan, kepada petugas kesehatan harus bisa lebih aktif dalam mendeteksi orang dengan gejala TB. Jangan sampai terlanjur dan menjadi TB-MDR yang lebih resisten.
Hartopo pun mengusulkan adanya duta atau petugas yang bergerak aktif di lapangan untuk mendeteksi masyarakat yang suspek TB.
“Masyarakat yang memiliki gejala TB, kita harus menjemput bola, dipantau. Jangan masyarakat yang malah disuruh aktif. Karena terkadang mereka tidak tahu kalau dia bergejala TB. Untuk itu edukasi terkait TB ini perlu diberikan,” pesan Hartopo.
Baca juga : Jelang Tutup Tahun, RSUD Kudus Raih Tiga Penghargaan
Sementara itu, salah satu pasien TB yang menjalani perawatan di RSUD Kudus, Sulistyowati (36) merasa lega sekarang sudah dinyatakan sembuh total dari TB. Menjalani perawatan selama 2 tahun, ia mengaku kader kesehatan dari puskesmas sangat aktif mengingatkannya untuk rutin minum obat. Pun dikatakannya pelayanan yang diberikan di RSUD Kudus sangat baik saat ia datang untuk pengecekan rutin.
“Pelayanan di sini baik sekali. Selama dua tahun menjalani pengobatan. Dulu itu saya batuk terus sampai gak bisa tidur. Batuk parah pokoknya. Tapi sekarang, sudah sembuh total,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

