31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Ribuan Sopir Truk dari Kudus Akan Geruduk Gubernuran Jumat Mendatang

BETANEWS.ID, KUDUS – Penanggung Jawab Aksi Gerakan Sopir Jawa Tengah Anggid Putra Iswandaru mengungkapkan, ribuan sopir truk dari Kudus akan datang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan membawa ratusan armada truk pada Jumat (11/3/2022) mendatang.

Mereka akan bergabung dengan sopir truk lainnya di Jateng, untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur tentang penindakan truk Over Dimension Over Load (ODOL) untuk direvisi.

Bertempat di Bypass Kudus tepatnya depan Terminal Tipe A Jati Kudus, para sopir truk di Kudus membagikan selebaran yang berisi ajakan kepada para sopir truk yang lewat Jalan Lingkar, untuk ikut turut dalam aksi dua hari lagi nanti.

-Advertisement-

Baca jgua : Protes Aturan ODOL, Ratusan Sopir di Kudus Gelar Aksi Mogok Kerja 2 Hari

“Tanggal 11 Maret nanti kita melakukan aksi ke Kantor Gubernur. Mediasi dengan Gubernur, menyampaikan aspirasi kita agar bisa disampaikan ke pusat. Sebab sampai sekarang hasil pertemuan dengan Dirjen (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat) belum ada keputusan,” kata Anggid, Rabu (9/3/2022).

Setidaknya, menurut Anggid, semua sopir truk di Kudus akan ikut serta dalam aksi tersebut. Namun dengan armada yang lebih sedikit daripada aksi demo yang pernah dilakukan di Kudus sebelumnya.

“Massa aksi dari Kudus ke Gubernuran kemungkinan lebih dari tiga ratus armada, dari total truk di Kudus yang jumlahnya lebih dari 1.300 armada. Kalau untuk sopirnya mungkin semuanya, ribuan,” sambungnya.

Pada Kamis malam nanti, para sopir akan bergerak ke Semarang dari Kudus. Bahkan sopir dari kabupaten lain seperti Salatiga juga akan ikut dalam aksi tersebut.

Diperkirakan akan ada sekitar 2.500 armada truk yang datang ke Semarang dari seluruh wilayah di Jawa Tengah.

“Namun yang boleh diizinkan masuk jalan area Kantor Gubernuran hanya sekitar 50 armada. Tapi ini masih menunggu konfirmasi dari Polda Jateng,” ungkapnya.

Dalam tuntutannya, Anggid menjelaskan, keinginan para sopir truk adalah adanya patokan resmi ukuran dimensi bak truk. Sebab, tiap tahunnya selalu ada ukuran dimensi bak truk baru yang panjangnya terus bertambah.

Ia tidak memungkiri, bahwa banyak sopir truk yang menambah dimensi truknya. Namun itu semata-mata untuk menyesuaikan spesifikasi keadaan truk terbaru.

“Kita merubah dimensi truk karena kita mengikuti keluaran truk yang baru. Jadi untuk ukuran, kita belum punya patokan resmi. Karena semakin bertambahnya tahun, setiap tahun pasti ada truk terbaru yang ukurannya melebihi standar yang kita punya,” jelasnya.

Kemudian, kalau muatan dalam truk dibatasi hanya 14 ton saja, menurutnya hal itu bisa merugikan banyak pihak. Harga barang-barang akan naik hingga tiga kali lipat dan gaji sopir pun akan sangat banyak berkurang.

Baca juga : Ratusan Sopir Truk Geruduk Dishub Kudus, Tuntut Aturan ODOL Direvisi

Anggid mencontohkan, biasanya sekali angkut satu truk mampu membawa tonase lebih dari 20 ton. Dengan biaya Rp 200 tiap kilogramnya. Namun jika dibatasi hanya 14 ton, sopir hanya dapat bayaran sedikit.

“Kalau dibatasi, kita tidak bisa menaikkan harga. Karena harga yang menentukan pihak pemilik barang. Pengeluaran dari sini (Kudus) ke Jakarta bakal minus nanti. Belum setoran buat yang punya truk, nanti sopir dapat apa?,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER