31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Ratusan Sopir Truk Geruduk Dishub Kudus, Tuntut Aturan ODOL Direvisi

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan sopir truk pagi tadi mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus. Kedatangan mereka juga diwarnai dengan memarkirkan puluhan truk engkel maupun tronton di halaman Kantor Dishub. Bahkan, puluhan truk yang terparkir itu, sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Gatot Subroto, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Ratusan sopir truk yang datang juga terlihat membentangkan banyak spanduk bertuliskan keluhan mereka.

Ratusan sopir truk demo di Kantor Dishub Kudus tuntut revisi aturan ODOL. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Jam Operasional Truk yang Melintasi Jalan Kudus-Purwodadi Akan Dibatasi

-Advertisement-

“Musuh Kita Bukan Suku dan Agama yang Berbeda, Tapi Kekuasaan yang Menindas!,” satu di antara tulisan di salah satu truk.

“Harapan kami segera lakukan revisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Barang. Agar pemilik barang juga diberikan konsekuensi hukum. Niscaya carut marut overdimensi dan overload cepat terurai dan teratasi,” tulis di bak truk lainnya.

Salah seorang sopir truk tronton dari Desa Klaling, Ali Ehsan (38) menyebut, kedatangannya bersama sopir truk Kudus lainnya meminta merevisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di mana dalam waktu dekat, ada RUU yang akan mengatur tentang ketentuan Over Dimension Over Loading (ODOL) truk.

“Maksud tujuan kami datang ke sini ini meminta untuk merevisi UU terkait ODOL. Imbasnya besar kalau itu sampai dilaksanakan dan disahkan,” kata Ali, Kamis (17/2/2022).

Ia menilai, dalam aturan ODOL yang akan disahkan bisa membuat pengiriman barang lambat. Contohnya, ada truk yang biasanya mampu memuat beras sebanyak 35 ton, tapi karena ada aturan ODOL dinormalisasi jadi hanya 12 ton maksimal.

“Nah ongkos yang bisa buat satu kali malah jadi 3 kali lebih. Biaya transportasi nanti akan mahal, jadi harga jual barang juga akan ikut naik,” jelasnya.

Pada dasarnya Ali bersama sopir lainnya siap melaksanakan peraturan yang dibuat pemerintah pusat. Hanya saja perlu ada solusi yang sama-sama menguntungkan.

Baca juga : Sering Temui Truk Lewati Jalur Perkotaan, Hartopo Minta Dishub Tegas Kasih Sanksi

“Tolong pak, bikin peraturan ya peraturan. Kami rakyat ini ikut saja, kami cinta Indonesia, kita ingin Indonesia maju, tapi bikin peraturan itu yang ada solusinya. Kami ingin peraturan ini direvisi lagi, karena memberatkan driver (sopir) Indonesia dan imbasnya seluruh warga masyarakat Indonesia,” ungkap Ali dengan suara menggebu dan diikuti sorakan dari para sopir lainnya.

Selain meminta untuk merevisi RUU, para sopir juga meminta penerapan batas tarif atas dan bawah untuk jasa angkut. Agar tidak ada perang harga di kalangan sopir.

Audiensi pun dilakukan untuk menemukan penyelesaian. Sekitar pukul 11.00 WIB, aksi para sopir selesai. Mereka pun meninggalkan kantor Dishub mengendari truk-truk yang sebelumnya diparkiran.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER