31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Puluhan Pasien ODGJ di Griya PMI Peduli Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

BETANEWS.ID, SOLO – Sebanyak 66 pasien berstatus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Peduli, Mojosongo, Kota Solo, terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain ODGJ, terdapat juga 29 orang yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta 9 staf Griya PMI Peduli. Dari data tersebut, total paparan kasus Cocid-19 yang ada di lokasi tersebut sebanyak 104 orang.

Belum diketahui dari mana sumber penularan Covid-19 tersebut, namun saat ini pengelola Griya PMI Peduli sudah menangani temuan kasus Covid-19 itu.

-Advertisement-

Baca juga : Angka Kesembuhan Covid-19 di Solo Capai Ratusan Per Hari

CEO PMI Solo Sumartono Hadinoto mengatakan, bahwa menurutnya kasus tersebut bermula saat ada salah satu warga yang merasa tidak enak badan. Akhirnya, warga tersebut dilakukan tes swab pada Kamis (3/2/2022) lalu dan dinyatakan Positif.

“Aku ya bingung kok bisa, soale musuh e ora ketok (tidak kelihatan). Jadi kita kan nggak ngerti, selama ini kan Griya PMI ada PKL, kebetulan ada 49 ternyata dicek 29 positif. Terus ada yang terkadang donasi, nengok, terus dapur kita juga terkadang beli bahan keluar. Jadi kita nggak ngerti nularnya dari mana, nggak keliatan musuhnya,” ujar Sumartono, Jumat (4/3/2022).

Adapun jumlah penghuni di Griya PMI Peduli tersebut terdiri dari 49 orang yang sedang PKL, 113 ODGJ, dan juga 18 staf. Dari jumlah tersebut, total terdapat 104 orang yang terkonfirmasi Covid-19.

“Tahun lalu pun yang Delta, Griya PMI itu semua aman, karena orang stres itu biasanya happy antibodinya malah tinggi. Tapi kok kali ini tidak begitu, malah banyak yang positif,” ujarnya.

Kendati demikian, Sumartono mengungkapkan bahwa hanya sedikit saja yang menunjukkan gejala ringan dan tidak ada yang menunjukkan gejala berat.

“Jadi yang bergejala sedikit banget. Bahkan bergejala pun tidak ada yang berat, cuma pilek-pilek, dipikir masuk angin, ning ternyata kok positif semua dicek. Yang pilek itu positif,” kata dia.

Karena lokasi Griya PMI Peduli tersebut tidak terlalu dekat dengan lingkungan masyarakat, menurut Sumartono, sangat sedikit kemungkinan untuk terjadinya penularan Covid-19. Apalagi selama pandemi, pihaknya lebih memperketat peraturan di Griya PMI itu.

“Sekarang, kita sementara tidak menerima tamu dulu, tidak menerima PKL, sampai negatif semua dulu. Kalau warga baru, asal negatifkan dicampurkan yang negatifkan. Kalau pasien tetap kita terima, tapi kalau cuma nengok atau berdonasi, kita tunda dua minggu lagi, daripada ketularan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sumartono mengatakan, bahwa warga yang terpapar melakukan isolasi di lokasi tersebut. Sedangkan, untuk yang negatif, sementara beraktivitas di halaman Griya PMI Peduli dengan menggunakan tenda.

Selain itu, pihaknya juga meniadakan kunjungan serta meliburkan yang sedang melakukan PKL untuk menjalani isolasi mandiri dirumah.

Baca juga : Solo Tembus 3.156 Kasus Covid-19, Gibran: ‘PTM, Event Jalan Terus’

“Kasian kalau (ODGJ) dibawa ke isoter, kalau di sana marah, apa lari, nanti geger nanti. Petugasnya ada yang positif, tapi semua waras-waras aja tidak bergejala sebagian besar,” ungkapnya.

Di samping itu, Sumartono mengaku tidak tahu apakah Griya PMI Peduli tersebut bisa dianggap sebagai klaster atau belum.

“Tapikan pemerintah menyosialisasikan, kalau sebentar lagi endemi, sudah nggak dianggap pandemi, dianggap flu biasa. Kalau nggak, semua khawatir keadaan ekonominya semakin terpuruk apalagi ada perang,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER