BETANEWS.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut diperbolehkannya aktivitas mudik lebaran tahun ini sebagai kado terindah dari Presiden RI, Joko Widodo.
“Ya kepada sedulur – sedulur selamat berpuasa di bulan Ramadan, sekaligus selamat mendapatkan kado terindah dari Pak Jokowi, boleh mudik,” kata Hendi sapaan akrabnya, Sabtu (26/3/2022).
Baca juga : Pemkab Kudus Mulai Bersiap untuk Kemungkinan Dibolehkannya Mudik Lebaran Nanti
Meski demikian, dia memberikan syarat hanya warga yang sudah melakukan vaksin ketiga dan booster yang diizinkan mudik pada lebaran tahun ini.
“Pastikan sedulur – sedulur sudah memenuhi syarat untuk mudik, termasuk booster, maka yang belum melaksanakan vaksin ketiga saya mengimbau untuk segera dilengkapi,” pesannya.
Sementara itu, Hendi pun memastikan pihaknya akan siap menyambut dan melayani para pemudik, baik yang bertujuan akhir di Kota Semarang maupun yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah lain.
“Saya akan melakukan koordinasi dengan Forkopimda Kota Semarang, termasuk pihak kepolisian guna memastikan pelayanan berjalan lancar dan nyaman bagi pemudik,”katanya.
Tak hanya itu, Hendi juga memastikan pihaknya akan mengecek seluruh infrastuktur jalan untuk pemudik yang menempuh jalur darat, agar nyaman untuk dilalui.
“Salah satunya pengecekan dan perbaikan akan difokuskan pada daerah – daerah cekungan yang berpotensi terjadi genangan,” paparnya.
Untuk proses skrining, Hendi akan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi bagi pemudik. Untuk itu, Hendi berharap semua pemudik dalam kondisi sehat.
“Serta yang terpenting sudah melakukan vaksinasi hingga vaksin booster,’imbuhnya.
Baca juga : PCR-Antigen Tak Jadi Syarat Perjalanan, Organda Berharap Jumlah Penumpang Naik saat Mudik Lebaran
Meskipun begitu, dirinya menekankan tetap akan menyiapkan tempat karantina bagi pemudik yang ditemukan terpapar Covid-19.
“Tujuh tempat karantina telah kita siapkan dengan total 700 bed dan pelayanan makan 3 kali sehari serta tenaga medis bagi pasien OTG. Selain itu ada 20 rumah sakit bagi pasien dengan gejala berat,” terangnya.
Editor : Kholistiono

