BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak delapan desa di Kabupaten Kudus bakal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang bakal digelar pada 30 Maret mendatang. Dari delapan desa tersebut, tujuh desa merupakan pilkades reguler, yaitu Desa Langgardalem dan Desa Kaliputu Kecamatan Kota. Kemudian Desa Loram Kulon Kecamatan Jati, Desa Undaan Lor Kecamatan Undaan, Desa Ternadi Kecamatan Dawe. Lalu ada Desa Mejobo dan Desa Hadiwarno Kecamatan Mejobo.
Sedangkan satu lagi desa merupakan Pilkades Pergantian Antarwaktu (PAW), yaitu Desa Kirig, Kecamatan Mejobo.
Baca juga : Deklarasi Damai Pilkades Serentak, Hartopo: ‘Siap Menang Sekaligus Siap Kalah’
Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama menyebut, dari delapan desa yang akan menggelar pilkades itu, ada dua desa yang rawan terjadinya konflik antarpendukung calon. Kedua berada di Kecamatan Mejobo, yakni Desa Mejobo dan Hadiwarno.
“Yang paling rawan itu di Kecamatan Mejobo, ada dua desa,” kata Wiraga, Jumat (25/3/2022).
Untuk mengantisipasi adanya konflik saat pilkades nanti, pihaknya menyiapkan sekitar 600 personel gabungan. Terdiri dari anggota kepolisian, TNI, hingga tim dari Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri.
“Kami juga menyiapkan satu peleton cadangan, backup dari Brimob untuk mengantisipasi adanya kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.
Namun secara umum, dari hasil pantauan, menurut Wiraga, situasi menjelang pilkades masih kondusif. Memang ada beberapa desa yang euforia pendukung cukup banyak, tetapi hal tersebut sudah dikondisikan.
Berkolaborasi dengan TNI, Polres Kudus juga menyambangi tiap cakades untuk memberikan imbauan dan koordinasi, agar bisa menjaga diri serta kondusivitas massa. Kemudian, juga menghindari adanya kejadian yang tidak diinginkan nantinya.
“Secara umum situasi masih kondusif sampai saat ini. Kerawanan itu seperti botoh, massa pendukung masing-masing, sudah kita antisipasi,” ucapnya.
Baca juga : 8 Desa di Kudus Gelar Pilkades Akhir Maret 2022
Kepada semua cakades yang didatanginya, Wiraga berpesan untuk selalu siap dengan hasil pilkades nantinya. Baik itu mental untuk siap menang ataupun kalah.
“Intinya mereka harus siap kalah. Kalau menang, semua pasti siap. Kalau kalah tidak semuanya siap,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

