BETANEWS.ID, SOLO – Turnamen Piala Gibran “SIWO-PWI” menyemarakkan rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Kegiatan tersebut diikuti oleh wartawan dari berbagai kota di Indonesia dan digelar di Solo.
Turnamen tersebut diikuti oleh delapan tim Siwo PWI dari seluruh Indonesia, yakni Solo, Jawa Tengah (Jateng), Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, Jawa Timur (Jatim), Kalimantan Selatan (Kalsel), Riau, dan Jawa Barat (Jabar).
Selain untuk melatih sportifitas antarwartawan, turnamen tersebut juga bertujuan untuk membangkitkan sport tourism (wisata olah raga) di masing-masing daerah.
Baca juga : Gus Muhaimin Berharap Organisasi Wartawan Semakin Diperkuat
Panitia Pusat Turnamen Piala Gibran “SIWO PWI”, Fatih Cahyanto mengatakan, sebagai seorang wartawan tak hanya menyampaikan dan menulis pemberitaan semata. Namun, wartawan harus mampu untuk membangkitkan sport tourism dengan menggali potensi potensial di tempat mereka masing-masing.
“Seperti yang dilakukan di Solo ini. Mereka mampu, membangkitkan sport tourism di Kota Solo. Baik dari lokasi-lokasi olah raga hingga keterlibatan anggota PWI,” jelas Fatih.
Turnamnen antar wartawan ini diselenggarakan mulai tanggal 12-17 Februari 2022 mendatang. Pertandingan akan dilaksanakan di Lapangan Sri Wedhari dan Lapangan Kota Barat, Solo.
Sementara itu, Panitia Lokal Turnamen Piala Gibran “SIWO-PWI”, Ronald Seger Prabowo menerangkan, turnamen yang digelar itu memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Untuk juara pertama senilai Rp 50 juta, juara kedua senilai Rp 25 juta dan juara tiga bersama masing-masing senilai Rp 12,5 juta.
“Kami berharap, turnamen berjalan sportif dan menjunjung tinggi kejujuran antar masing-masing pemain,” kata Seger.
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut, salah seorang perwakilan wartawan dari Kalimantan Selatan (Kalsel), Bambang Santoso mengatakan, pada turnamen tersebut jangan sampai pertandingan yang awalnya bertujuan untuk even silaturahmi antarwartawan, malah ada yang tercederai dengan masuknya pemain bukan wartawan.
“Jangan sampai, even yang pertama kali digelar ini dicederai dengan ketidakjujuran. Semisal, memasukkan pemain yang bukan wartawan namun dilabeli wartawan hanya untuk mendapat kemenangan,”kata Bambang.
Baca juga : Tiga Pelaku UMKM Inovatif Terima Penghargaan PWI Pati Award
Menurut Bambang, turnamen yang digelar ini menjadi sebuah contoh untuk penyelenggaraan berikutnya. Ia mengatakan, jika digelar dengan baik maka penyelenggaraan berikutnya akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
“Namun sebaliknya, jika sudah dicederai sejak awal maka yang di luar sana akan menilai kita negatif,” kata wartawan Mata Benoa itu.
Editor : Kholistiono

