BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo meninjau lokasi longsor di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang terjadi pada Minggu (27/2/2022). Kejadian longsor tersebut sempat menimpa dua orang yang sedang lewat mengendarai sepeda motor.
Bersama dengan rombongan, Hartopo melihat langsung di lokasi yang terjadi longsor itu pada Senin (28/2/2022). Di kawasan itu, kontur tanah di tebing disebut labil, tidak sekuat tanah padas yang memiliki daya kekuatan tanah lebih.
Baca juga : Diguyur Hujan Deras, Longsor Hingga Tanggul Jebol Terjadi di Kudus
“Ini yang sifatnya sembilan puluh derajat (tingkat kemiringan tebing), harus ada penanganan segera. Harus segera dianggarkan, segera dilakukan pengeprasan,” kata Hartopo.
Untuk dana pengeprasan ini, kata Hartopo akan diambilkan dari Dinas PUPR Kudus. Pihaknya pun meminta agar pengeprasan bisa segara dilakukan.
“Tanah ini HM (hak milik). Tapi yang punya tanah katanya tidak masalah, malah mereka merasa dilebarkan. Saya minta untuk mempercepat, jangan nunggu pembebasan tanah, dan lainnya. Ada anggaran untuk pengeprasan dari PUPR,” ungkapnya.
Dalam pengeprasan tebing, pihaknya meminta untuk mengutamakan di samping jalan berbelok. Sebab, sisi itu yang dikatakan paling rawan dan ketika ada kendaraan bersimpangan mengkhawatirkan.
“Mengingat yang pinggir sini dekat jurang, berbahaya sekali. Tanahnya berbahaya, tidak bisa diprediksi bisa kuat atau tidak,” ucapnya.
Hartopo pun kembali menegaskan agar hal ini bisa segera ditangani. Jangan sampai keadaan yang mengkhawatirkan ini terus ada. Menurutnya, perlu ada perbaikan, apalagi Desa Rahtawu merupakan salah satu desa wisata di Kudus.
“Jangan sampai keadaan seperti ini terus, koordinasi, segera ditangani, jangan monoton. Apalagi akan ada banyak wisatawan yang datang,” katanya.
Baca juga : Tebing Setinggi 15 Meter di Kedungsari Gebog Longsor Timpa Rumah Warga
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kudus Arief Budi Siswanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemilik wilayah. Sebab lahan yang akan dilakukan pengeprasan merupakan HM, sehingga hal itu perlu diselesaikan terlebih dahulu.
“Kalau sudah siap, kita akan masuk (melakukan pengerjaan). Sebenarnya ada beberapa titik untuk pengeprasan, tapi kita upayakan yang lebih gawat dulu, yang bagian belokan-belokan dulu,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

