BETANEWS.ID, SOLO – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta merilis survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa. Survei tersebut dilakukan selama Februari 2022 dengan melibatkan 550 responden warga Kota Solo.
Ketua Program Studi Strata 2 Magister Administrasi Publik (MAP) Unisri, Suwardi membeberkan, berdasarkan hasil survei, banyak masyarakat yang mengapresiasi capaian kinerja Gibran-Teguh yang sangat baik.

Parameternya adalah kualitas pelayanan Apatur Pemerintah Kota (Pemkot), di kantor lurah, camat, dan balai kota. Kemudian kualitas pelayanan kesehatan oleh puskesmas, pelaksanaan vaksinasi yang diinisiasi Pemkot, serta kemampuan menyeimbangkan pelaksanaan kebijakan berorientasi kesehatan dan ekonomi.
Baca juga: Ditanya Enak Mana Antara jadi Pengusaha atau Wali Kota, Gibran: ‘Podo Mumete’
Dari indikator tersebut, Suwardi menjelaskan bahwa hasil survey IKM dalam satu tahun pemerintahan Gibran-Teguh adalah 79,3 persen dengan frekuensi nilai terbanyaknya adalah 80.
“Jadi 43 persen masyarakat memberikan nilai 80 untuk satu tahun pemerintahan Gibran. Jika ditambahkan frekuensi nilai lebih dari 80, maka dapat dikatakan bahwa 67.5 persen masyarakat memberikan nilai di atas 80. Jika standar penilaian kategori BAIK adalah nilai lebih dari 70, maka jumlah apresiasi positif pemerintahan Gibran-Teguh Sangat Baik,” ujar Suwardi, dalam konferensi pers dan perilisan survei, Jumat (18/2/2022).
Tingginya apresiasi postitif dari masyarakat atas capaian kinerja Pemkot Solo tersebut disebabkan Gibran dipersepsikan sangat merakyat. Selain itu, Gibran juga bersikap tegas terhadap aparatur birokrasi, serta lebih bijaksana dalam menghadapi pemerintahan di masyarakat.
Dalam hal kemudahan untuk memperoleh penghasilan dan pekerjaan, lanjut Suwardi, dalam satu tahun terakhir mengalami perbaikan sebanyak 31,1 persen. Namun, ada 1,3 persen masyarakat mengaku 2021 lebih sulit dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Sejumlah Sekolah di Solo Sudah Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
“Data ini mengindikasikan, 2021 walaupun lebih baik dibanding 2020, namun masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan dan penghasilan,” sebutnya.
Meski demikian, Suwardi menyebutkan bahwa masyarakat banyak yang menangkap bahwa selama pemerintahan Gibran-Teguh, perekonomian dan kesehatan dianggap seimbang.
“Tetapi pada aspek yang lain, antara mereka yang berpandangan ekonomi lebih dipentingkan atau kesehatan yang lebih dipentingkan itu kesehatan yang dipentingkan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

