31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Rela Antre untuk Bisa Dapatkan Minyak Goreng Rp 14 Ribu, Mulyati : ‘Kayak Pemilu’

BETANEWS.ID, SOLO – Operasi pasar minyak goreng di Pasar Taman Jaya Wijaya Mojosongo, Kecamatan Jebres, yang digelar Bulog Surakarta disambut antusias oleh warga pada Rabu (23/2/2022). Mereka tampak rela antre untuk bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Ditemui saat mengantre, salah seorang wanita yang bernama Rika Dwi Yuliati (47) mengaku kerepotan lantaran harus mengantre demi mendapatkan jatah minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu. Apalagi antrean tersebut menurutnya mengakibatkan ia harus berada di kerumunan, mengingat ini sedang dalam pandemi Covid-19.

“Tapi gimana lagi, di pasaran itu sulit banget apalagi saya buat usaha itu susah. Saya kebetulan punya usaha katering dan nerima pesenan. Kan masalahe kalau ada pesenan nasi boks itu kan butuh sekali to,” kata warga Plesungan itu.

-Advertisement-

Baca juga : Minyak Goreng Rp 14 Ribu dari Bulog Langsung Diserbu Warga Solo

Setiap hari, Rika mengaku membutuhkan setidaknya dua liter minyak goreng untuk usahanya itu. Ia juga mengaku sering tidak mendapatkan minyak goreng meski sudah memesan ke pedagang langganannya karena kosongnya persediaan.

“Saya kemarin beli Rp 34 ribu itu dua liter yang premium di pasar. Kemarin pesen di bakul (pedagang) Pasar Nusukan saya terus di anter ke rumah gitu. Ini tadi saya belanja bahan kardus dan lihat ini terus saya ke sini,” kata dia.

Selain itu, wanita paruh baya yang bernama Siti Mulyati (62) mengaku harus mengantre selama seperempat jam untuk mendapatjkan dua liter minyak goreng. Meski harus mengantre, namun ia mengaku merasa terbantu karena ia bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu saja per liternya.

“Baru pertama kali. Ya gimana ya, kayak pemilu. Tapi saya kakinya capek, sakit. Saya dagang, setiap hari. Saya buat timus, gorengan,” ucap warga Lampo Batang Tengah itu.

Penggambaran seperti pemilu yang dimaksut Mulyati adalah, untuk menandai bahwa warga tersebut sudah mendapatkan minyak, warga harus mencelupkan jarinya ke dalam tinta biru layaknya saat pemilu.

Mulyati juga mengaku susah jika harus menaikkan harga gorengan miliknnya. Sejak naiknya harga minyal goreng, ia mengaku keuntungan yang ia dapat menurun. Padahal dalam sehari ia harus memasak setidaknya 10 kilogram ubi untuk diolah menjadi timus dan disetorkan ke wedangan-wedangan.

Hal senada dirasakan, Titik Idayati (59) yang juga mengaku kesulitan dalam mencari minyak goreng. Bahkan, warga asal Mojosongo itu kerap kali nihil ketika pergi ke beberapa super market untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu.

Baca juga : Operasi Pasar Digelar di Berbagai Daerah Jateng, Ganjar: ‘Beli Secukupnya Biar Semua Dapat’

“Ya ada di super market sih, cuma jamnya nggak tentu, jadi harus untung-untungan, kadang jam 10 gitu baru keluar, tiga karton , empat karton gitu, terus nanti jam 2 siang baru keluar lagi,” ujar Titik.

Meski berjualan lotek dan tidak terlalu banyak menggunakan minyak goreng, namun tetap saja Titik harus berusaha mencari minyak goreng ini. Ia juga berharap agar harga minyak goreng di pasaran tidak mahal dan tidak harus mengantre seperti ini.

“Karena saya jualan lotek, untuk goreng-goreng ya bisa untuk dua sampai tiga hari sih sebetulnya. Harga nggak saya naikkan, sama aja,” ujar Tititk.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER