BETANEWS.ID, KUDUS – Di bagian barat daya Taman Gelanggang Olah Raga (GOR) Kudus tampak puluhan styorofoam dengan sketsa tokoh kartun dan superhero berjajar. Beberapa anak kecil tampak asyik mewarnai sketsa gambar yang ada pada styreoform tersebut.
Di lokasi itu, juga tampak seorang pria sibuk menyiapkan styorofoarm dengan sketsa baru saat ada yang kosong. Pria tersebut yakni Dedi Setianto, pemilik usaha mewarnai gambar.

Baca juga : Kisah Jatuh Bangun Ulin dari Buruh Pabrik Hingga jadi Juragan Seafood
Di sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Dedi itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Di menuturkan, usaha mewarnai gambar itu dirintisnya sejak empat tahun yang lalu. Sebelumnya, ia mengaku bekerja sebagai pencuci sepeda motor.
“Saya sebelumnya bekerja sebagai pencuci motor selama dua tahun. Karena ingin berkembang dan punya usaha, saya kemudian mendapatkan ide untuk merintis usaha penyedia mewarnai gambar,” ujar Dedi kepada Betanews.id, beberapa hari yang lalu.
Dia mengatakan, mendapatkan ide usaha tersebut dari temannya yang berada di Tayu, Kabupaten Pati. Menurutnya, mewarnai gambar lagi digemari terutama sama anak-anak.
“Benar saja, saat saya membuka usaha mewarnai gambar di Taman GOR Kudus, peminat terutama anak-anak pun berdatangan,” bebernya.
Pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu menuturkan, membanderol mewarnai gambar tersebut Rp 10 ribu per gambar. Hasil karya mewarnai nantinya dibawa pulang oleh pelanggan.
“Selama ini peminatnya memang cukup banyak. Saat hari biasa, saya bisa menghabiskan sketsa gambar antara 70 hingga 100 sehari. Namun, jumlah tersebut akan naik berkali-kali lipat saat hari libur. Sehari, saya bisa menghabiskan sketsa gambar antara 500 sampai 700 sehari,” terangnya.
Baca juga : Kisah Owner Ayam Geprek Sadis Abis, dari Hujan-hujanan Antar Pesanan Hingga Punya Ruko
Dia mengatakan, usahanya tersebut buka setiap hari mulai pukul 06:00 WIB sampai pukul 20:00 WIB. Untuk styorofoam, ia membeli di salah satu toko di Kudus. Sedangkan sketsa gambar ia yang menentukan.
“Gambarnya itu sablon. Namun, saya yang menentukan. Di tempat saya ini lebih variatif pilihan gambarnya, sehingga anak-anak lebih suka,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

