31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaKisahKisah Owner Ayam...

Kisah Owner Ayam Geprek Sadis Abis, dari Hujan-hujanan Antar Pesanan Hingga Punya Ruko

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak sebuah rumah toko (ruko) lantai dua. Di dalam ruko tersebut, terlihat beberapa orang sedang duduk menanti hidangan. Sedangkankan di bagian dapur, empat perempuan sibuk menyajikan pesanan para pelanggannya. Satu di antara perempuan tersebut, yakni Sita Devi Ristika Sari (32), pemilik dari Ayam Geprek Sadis Abis.

Usai melayani pelanggan, perempuan yang akrab disapa Devi itu pun sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, Ayam Geprek Sadis Abis merupakan usaha keluarga yang dirintis sejak 2016. Ide mendirikan usaha ayam geprek tak terlepas dari hobi keluarganya yang suka akan masakan pedas. Kebetulan, saat berwisata kuliner di Kota Semarang beberapa tahun lalu, ada ayam geprek yang laris banget.

“Dari situlah muncul keinginan untuk mendirikan usaha serupa di Kudus. Sebab, saat itu belum ada rumah makan atau warung ayam geprek di Kudus,” ujar Devi kepada Betanews.id, beberapa hari yang lalu.

Beberapa driver ojek online sedang menunggu pesanan di Ayam Geprek Sadis Abis. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga : Sadis Abis, Warung Geprek Pertama di Kudus

Perempuan yang tinggal tidak jauh dari tempat usahanya itu mengatakan, butuh perjuangan dan waktu yang tidak sebentar agar Ayam Geprek Sadis Abis bisa seperti sekarang ini, dipercaya pelanggan dan punya ruko sendiri.

Menurutnya, karena pada 2016 di Kudus itu belum ada ayam geprek, dan belum tahu minat warga dengan kuliner tersebut, sehingga ia pun menerapkan sistem pree order (PO) melalui aplikasi perpesanan Blackberry messenger (BBM). Pesanan Ayam Geprek Sadis Abis yang dipesan hari itu, akan dikirim ke pelanggan esok harinya.

“Ternyata responnya bagus. Dari yang sepekan hanya dua hari dapat pesanan, meningkat full satu pekan ada pesanan terus. Dari yang sehari cuma 20 porsi, hingga bisa mencapai 300 porsi dalam sehari,” beber perempuan yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Saat itu, lanjutnya, ia belum mempekerjakan orang seperti sekarang ini. Dari yang memasak hingga pengantaran, dikerjakan olehnya bersama adiknya. Bahkan, adiknya harus kepanasan dan kehujanan untuk mengantarkan pesanan para pelanggan.

“Apalagi kalau jam makan siang, pelanggan pinginnya Ayam Geprek Sadis bisa sampai secepat mungkin. Bayangkan, kami yang cewek itu harus ngebut agar pesanan cepat sampai ke pelanggan, tak memperdulikan cuaca panas dan hujan. Waktu itu, adik saya sampai kusam kulitnya. Kehujanan dan kepanasan saat ngantar pesanan sudah biasa itu,” ungkap Devi sembari tersenyum.

Masih di tahun yang sama, kata Devi, saking banyaknya orderan dan ada satu di antara pelanggan yang ingin bisa makan di tempat, menjadikannya memberanikan diri menyewa lokasi untuk berjualan. Menurutnya, karena belum adanya pesaing, saat baru pertama buka itu, Ayam Geprek Sadis Abis dibanjiri pembeli.

“Pas sudah punya tempat, jualan kami makin laris. Saat itu belum ada pesaingnya dan di Kudus ayam geprek pertama ya Ayam Geprek Sadis Abis,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, sepekan berjualan dan punya warung, adiknya yang saat itu menjaga warung dan pekerja dihipnotis hingga pingsan. Handphone dan uang dibawa kabur pelaku hipnotis. Tidak hanya itu, pernah juga saking ramainya pembeli, motor pegawainya yang diparkir dicuri orang.

“Kami bersyukur semua lika-liku itu bisa kami lewati. Ayam Geprek Sadis Abis masih bisa bertahan hingga sekarang, meski diterpa pandemi Covid-19. Alhamdulillah, setelah lima tahun sewa, kami sekarang sudah punya ruko sendiri untuk berjualan,” ucap Devi.

Dia mengatakan, Ayam Geprek Sadis Abis sekarang makin berkembang. Bila dulu menunya hanya ayam geprek saja, sekarang ada beberapa pilihan menu. Di antaranya, ayam geprek biasa dan krispi, ayam geprek kampung dan ada juga menu seafoodnya. Antara lain, udang asam manis, udang krispi dan juga yang paling best seller sambel baby cumi.

Ditambah lagi ada juga sayur, semisal oseng-oseng kangkung, capcay goreng maupun capcay godok, oseng jarum tiram dan sayur sup. “Untuk harga masih tetap merakyat. Mulai Rp 10 ribu per porsi,” tuturnya.

Dia mengatakan, warung Ayam Geprek Sadis Abis mulai buka pukul 11.00 sampai pukul 21.00 WIB. Menurutnya, dalam sehari ia bisa menjual antara 350 sampai 450 porsi sehari.

“Selain bisa datang langsung ke warung, bagi yang ingin menikmati Ayam Geprek Sadis Abis juga bisa dipesan melalui Grab, Gojek dan lainnya. Karena kami juga menyesuaikan perkembangan zaman. Sekarang kan eranya sudah digitalisasi,” ujarnya.

Baca juga : Pertahankan Kualitas, Ayam Geprek Sadis Abis Ramai Diburu Pembeli

Menurutnya, berkat GoFood maupun lainnya, usaha Ayam Geprek Sadis Abis bisa tetap bertahan hingga kini. Apalagi, saat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang tidak memperbolehkan warung melayani makan ditempat. Keberadaan aplikasi itu, menjadi solusi untuk mendongkrak penghasilan.

Sebab kata dia, dengan adanya GoFood maupun Grabfood, pelanggannya masih bisa memesan Ayam Geprek Sadis Abis tanpa harus datang ke warungnya.

“Warung kami memang bermitra dengan ojek online, Gojek dan Grab sejak lama. Kami bersyukur, dengan jadi mitra Gojek khususnya, kami masih bisa survive di masa pandemi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler