31 C
Kudus
Kamis, Juni 30, 2022
spot_img
BerandaKUDUSJangan Umbar Kata...

Jangan Umbar Kata Tak Pantas Jika Tak Setuju Aturan Pengeras Suara Masjid

BETANEWS.ID, KUDUS – Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kudus, Dr Kisbiyanto meminta masyarakat bersikap bijak dalam merespon pengaturan pengeras suara di masjid oleh Kementrian Agama. Masyarakat tidak perlu mengumbar kata-kata yang tidak pantas untuk menyuarakan ketidak-setujuan terhadap aturan tersebut.

“Jadi, sudahi mengumbar kata-kata jorok seperti ada orang yang meng-upload video melafalkan azan diikuti suara anjing menggonggong dari suaranya dia sendiri karena itu akan menghinakan ke-Islaman kita sendiri,” tutur Kisbiyanto yang juga Dosen Program Pascasarjana IAIN Kudus kepada Betanews.id.

Hal itu juga disampaikannya, dalam diskusi yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Kudus, di Kantor ISNU Kudus, Selasa (26/2/2022. Dalam diskusi tersebut, dia juga menyampaikan setidaknya ada tiga jenis respon masyarakat menanggapi terbitnya Surat Edaran (SE) No. 05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

- Ads Banner -

Baca juga: 92 Persen Warga Kudus Telah Vaksin Dosis Pertama

“Ada pihak yang menerima SE dengan baik, karena pengaturan memang diperlukan sebagai penataan untuk harmoni sosial. Ada juga pihak yang menolak karena pengaturan itu dianggap tidak perlu. Dan ada pihak yang mempolitisasi SE tersebut sehingga ada kesan kontroversi,” tutur Kisbiyanto.

Menanggapi sejumlah respon masyarakat tersebut, dia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyampaikan pendapatnya. Masyarakat diminta cerdas dengan membaca secara seksama SE yang telah dikeluarkan. Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk bertanya kepada para ulama agar tidak salah dalam merespon suatu masalah.

“Sebenarnya, ini kan bukan hal baru. Jauh sebelum ini, yakni pada 17 Juli 1978 sudah pernah ada Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor KEP/D/I/78 tentang tuntutan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala,” katanya.

Baca juga: Bupati Kudus: ‘Guru Dituntut Menguasai Teknologi Pendidikan’

Kisbiyanto mempersilakan masyarkat berpendapat terkait munculnya aturan dari Kementrian Agama ini. Mamun, dirinya juga meminta, agar pendapat yang disuarakan memiliki dasar ilmiah dan disampaikan secara santun.

“Jangan menjadi orang yang sukanya hanya banyak berkata-kata namun tidak membuahkan hasil perjuangan Islam apa-apa. Jangan hanya menimbulkan kontroversi dan firnah-firnah yang jauh dari esensi perjuangan itu sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan SE No. 05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Beragam respon dari masyarakat muncul di media sosial, ada yang setuju dan tak sedikit pula yang menolak.

Editor: Suwoko

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler