BETANEWS.ID, SOLO – Dinasty Smart Hotel Solo, untuk sementara ini dialihfungsikan untuk tempat isolasi terpadu (isoter) bagi para nakes. General Manajer Dinasty Smart Hotel Rony Andrijanto mengatakan, pengalih fungsian hotel itu, dinilai malah menguntungkan . Apalagi hotel tersebut disewa penuh selama satu bulan.
“Ini jadi salah satu juga mendatangkan income. Tapi salah satunya yang penting adalah membantu programnya Pak Wali dalam memberi tempat untuk isoter ini,” ungkapnya.
Baca juga : Dinasty Smart Hotel Solo Dijadikan Tempat Isoter untuk Nakes
Rony mengaku tidak khawatir terhadap image hotel jika dinilai masyarakat sebagai hotel isoter. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo nantinya akan membantu melakukan sosialisai pemulihan nama hotel setelah selesai masa sewa.
“Dari arahan dari Pak Nico (Kepala BPBD), nanti setelah ini clear (selesai) nanti akan disosialisasi lagi oleh Pemkot. Nanti untuk membantu memulihkan lagi. Misinya kita sebenarnya ingin membantu program Pak Wali saja,” jelasnya.
Ditanya soal okupansi hotel, Rony mengatakan, sekitar 30 sampai 40 persen. Kondisi tersebut terbilang tidak stabil, terlebih ditambah dengan adanya PPKM seperti saat ini.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Solo, Nico Agus Putranto menjelaskan, bahwa terdapat 27 kamar yang bisa digunakan oleh para nakes. Selain itu, ada beberapa fasilitas yang sama seperti di lokasi isoter lainnya.
“Untuk fasilitasnya mungkin hampir sama dengan isoter yang kita buat, ada makan tiga kali, untuk fasilitas kebersihan tentunya dari pihak hotel, keperluan mandi dari pihak hotel dari sisi makanannya dari kita,” kata dia.
Baca juga : Antisipasi Isoter di Ndalem Priyosuhartan Penuh, Rumkitlap Benteng Vastenburg Solo Diaktifkan Kembali
Lebih lanjut, Nico mengatakan, status pengunaan hotel untuk lokasi isoter berstatus sewa. Pemkot Solo sendiri telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 167 juta rupiah untuk menyewa satu hotel selama satu bulan.
“Kita sewa satu bulan untuk keseluruhan tempat hotel ini. Anggaran kita Rp 167 jutaan. Pokoknya per kamar Rp 200 ribu dikali 27 kamar,” jelasnya.
Dengan total 27 kamar yang tersedia, isoter tersebut akan diisi oleh 50 hingga 60 nakes. Nantinya, dalam satu kamar akan diisi oleh 2 hingga 3 orang.
Editor : Kholistiono

