BETANEWS.ID, SEMARANG – Seniman yang tergabung dalam Guyub TBRS Kota Semarang akan menggelar Semarang Performance Art Week (VaksinJanuari#2) di Taman Budaya Raden Saleh dari tanggal 21 hingga 28 Januari 2022.
Koordinator acara, Adhitia Armitrianto mengatakan, Semarang Performance Art Week bakal dilaksanakan setiap hari mulai malam ini. Berhubung masih pandemi, panitia membatasi maksimal 20 penonton dengan membayar tiket Rp20 ribu. Pemesanan tiket bisa melalui Erren di nomor 0895 0605 3456.
“Setiap harinya, acara akan dimulai pukul 19.30 WIB di TBRS. Setiap penonton yang datang akan dicek melalui aplikasi pedulilindungi,” katanya, Sabtu (22/1/2022).
Baca juga: Melihat Cantiknya Lukisan-Lukisan Perupa Kudus di Resto Joglo Sawah
Dia meyakini, para seniman tak akan berhenti berkarya meski saat ini terdapat Virus Corona Varian Omicron yang sudah sampai Semarang.
“Dalam kondisi seperti ini, kami bermaksud menggelar kegiatan yang mengusung performance art,” ujarnya.
Performance Art Week kali ini, awalnya digagas oleh beberapa seniman yang kerap bersua di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Bermula dari gagasan sederhana soal pentingnya menggulirkan kegiatan.
Baca juga: Komunitas Sketcwalk Abadikan Pasar Johar Lama Lewat Lukisan
Dari pertemuan itu, akhirnya disepakati menggelar pertunjukan dari beberapa seniman. Semula tawaran ditujukan pada seniman-seniman di Kota Semarang. Namun ternyata beberapa rekanan di luar kota juga tertarik dan berkeinginan untuk tampil.
“Akan datang juga seniman dari beberapa daerah seperti Jepara, Pati, dan Rembang,” ucapnya.
Inilah jadwal Semarang Performance Art Week:
- Sabtu, 22 Januari 2022 – SarekA(r)t Jung dari Jepara
- Minggu, 23 Januari 2022 – Bhakta Murti & Widyo Leksono
- Senin, 24 Januari 2022 – Mangga Pisang Jambu Project
- Selasa, 25 Januari 2022 – Heru Prasetyo
- Rabu, 26 Januari 2022 – Zoex Zabidie
- Kamis, 27 Januari 2022 – Gunawan Effendy & Muji Konde
- Jumat, 28 Januari 2022 – Perkoempoelan Stamboel Kasengsawraan Oemoem dari Rembang
- Sabtu, 29 Januari 2022 – Bocah Angon & Punkrawit dari Pati
Editor: Ahmad Muhlisin

