BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan perahu nelayan Tambaklorok, Kota Semarang terpaksa diungsikan dari dermaga karena gelombang laut yang tinggi. Para nelayan takut perahu mereka rusak lantaran saling berbenturan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Perahu-perahu itu dibawa ke dekat permukiman warga yang dikelilingi tambak dan sabuk laut, agar terlindung dari ombak. Saking banyaknya, deretan perahu itu berjubel hampir mencapai satu kilometer panjangnya.
Salah satu nelayan, Sholiqin mengatakan, selain mengungsikan perahu, ratusan nelayan juga tak berani melaut. Dia mengaku takut mencari ikan di laut lantaran ombak yang cukup besar. Hal itu membuatnya memilih untuk libur hampir sepekan ini.
Baca juga: Tahun Lalu Ratusan Kapal Rusak Diterjang La Nina, Nelayan Semarang Kini Siagakan 6 Posko
“Dari pada kenapa-kenapa mending libur,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Rabu (12/1/2021).
Jika dia ingat, badai besar sudah terjadi sejak empat hari yang lalu. Sejak saat itu, para nelayan sudah mulai mengungsikan perahu mereka ke tempat yang lebih aman.
“Yang paling besar itu kemarin, besar gelombangnya sampai 2 meter lebih,” ujarnya.
Di Kali Bener saat ini menjadi tempat pengungsian ratusan nelayan, hampir setiap hari ada perahu nelayan yang berdatangan untuk ikut mengungsi.
“Kalau di dermaga posisinya tak ada pemecah gelombang jadi langsung berhadapan dengan laut,” katanya.
Baca juga: Terancam Gelombang Besar, Nelayan di Semarang Minta Pemkot Buat Talud Pemecah Ombak
Sementara itu, Bidang Bantuan dan Sosialisasi KNTI Semarang, Amron S menambahkan, di Tambaklorok ada sekitar 800 nelayan. Saat ini para nelayan terpaksa libur karena ombak laut cukup besar sampai saat ini.
“Cuaca memang sedang tidak baik, dampaknya selain nelayan tak bisa melaut, harga komoditi laut seperti cumi juga naik karena tidak ada stok,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

