Rasanya Unik dan Stok Terbatas, Durian di Jepara Ini Harus Dipesan Setahun Sebelumnya

BETANEWS.ID, JEPARA – Durian dari Kampung Organik, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara jadi buruan banyak orang saat masuk musim durian. Durian yang punya perpaduan rasa manis dan pahit itu banyak dicari orang karena rasanya yang khas dan beda dengan durian kebanyakan.

Ditemui di kediamannya, penjual durian khas Kampung Organik, Arif Syarifudin mengatakan, pohon durian ini ditanam oleh orangtuanya, dan baru berbuah setelah 27 tahun.

“Keunggulan durian ini ada dua, pertama ada di rasanya yang tidak hanya manis, tapi juga ada pahitnya. Keunggulan kedua di warna, durian saya memiliki warna kuning dan oranye,” bebernya, Selasa (11/1/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Murah Banget, Pedagang di Kudus Ini Jual Durian Cuma Rp 10 Ribu

“Durian ini boleh dikatakan lokal andalan di desa kami. Ini juga pernah juara tingkat kabupaten pada tahun 2019 lalu,” ucapnya. 

Warna dan rasa yang unik itulah yang membuat pembeli harus rela bersabar untuk mencicipinya. Soalnya, mereka harus memesan terlebih dulu setahun sebelumnya, karena stoknya yang terbatas. Maka dari itu, saat ini ia hanya menjual ke teman-temannya saja, belum ke masyarakat luas.

“Karena pohon ini baru berbuah empat kali, jadi berbuahnya masih sedikit. Tahun ini masih 50-60 buah saja. Jadi sebelum panen sudah ada listnya, sudah ada yang pesan,” ucapnya.

Kemudian untuk harga durian miliknya, Arif mematok harga bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per bijinya.

Baca juga: Beri Bantuan 2.000 Bibit, Hartopo Ingin Durian Musangking Dikembangkan di Kudus

“Karea stok terbatas, kita jualnya masih per biji, tidak bisa per kilo,” tururnya.

Salah satu pembeli durian, Lia  mengatakan durian dari kampung organik rasanya beda dari durian pada umumnya. Karena memiliki perpaduan rasa manis dan pahit. 

“Durian di sini rasanya unik ada perpaduan pahit dan manis, kalau biasanya kan manis saja, karena belinya harus menunggu satu tahun. Ini saya langsung beli enam buah,” tandas Lia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER