BETANEWS.ID, SEMARANG – Bicara soal bangunan tua, Kota Semarang tak hanya mempunyai Kota Lama dengan bangunan Eropa-nya. Tak jauh dari sana, atau tepatnya di kawasan Pecinan, tersimpan pula bangunan-bangunan yang usianya sudah berabad-abad.
Menjelang Imlek seperti saat ini, kawasan tersebut sangat kental nuansa Tionghoanya. Saking banyaknya klenteng, bau dupa seperti menemani siapapun yang berada di area tersebut.
Selain itu, Kawasan Pecinan juga mempunyai bangunan legendaris, yakni Klenteng Tay Kak Sie yang berada di Gang Lombok. Meski berada di gang kecil, klenteng tertua di Semarang tersebut selalu jadi primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Baca juga: Masih Pandemi, Klenteng Tay Kak Sie Semarang Tiadakan Perayaan Imlek Skala besar
Sekretaris Yayasan Tay Kak Sie, Andre mengatakan, daya tarik Klenteng Tay Kak Sie adalah keaslian bangunannya yang dibangun pada 1746 atau sudah berumur 2,5 abad. Selain itu, klenteng yang dibangun dua orang pedagang bernama Kho Ping dan Bon Wie itu juga punya patung dewa paling lengkap di Semarang.
“Patung dewa di Klenteng Tay Kak Sie sekitar 29 patung, sedangkan rata-rata klenteng di Semarang hanya 5 patung. Inilah yang membuatnya sering dijuluki sebagai Klenteng Besar,” jelasnya, Senin (17/1/2022).
“Dulunya di klenteng tersebut banyak lomboknya. Hal itulah yang menyebabkan jalan menuju Klenteng Tay Kak Sie dinamakan Gang Lombok,” imbuhnya.
Baca juga: Balok Kayu Diduga Peninggalan Zaman Belanda Ditemukan di Sungai Mberok Semarang
Adapun patung tuan rumah di Klenteng Tay Kak Sie adalah Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Kasih. Sampai saat ini, keberadaan patung-patung tersebut masih terjaga.
“Di sini juga ada patung Laksamana Cheng Ho,” ucapnya.
Pada hari-hari tertentu, klenteng ini mengadakan berbagai upacara keagamaan yang banyak menarik pengunjung untuk datang. Namun, semenjak pandemi pengurus klenteng hanya menggelar acara peribadatan.
“Biasanya kalau Imlek acara besar, namun karena masih pandemi ya jadi kita fokus ibadah,” tandas Andre.
Editor: Ahmad Muhlisin

