31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Lepas Burung Pipit, Tradisi Imlek Warga Tionghoa untuk Buang Sial

BETANEWS.ID, SEMARANG – Tiap kali jelang Tahun Baru Imlek, penjual burung pipit di Kompleks Klenteng Tay Kak Sie Semarang banjir pesanan. Banyak jemaat yang memburu burung pipit untuk pelengkap ibadah. Maklum saja jika dalam satu hari, satu pedagang bnisa menjual ratusan burung pipit.

Salah satu penjual burung pipit, Wasito mengungkapkan, warga Tionghoa banyak yang menyakini jika prosesi melepas burung pipit sama saja dengan membuang sial. Biasanya, usai melakukan kegiatan sembahyang sejumlah warga Tionghoa menerbangkan burung pipit di dekat klenteng. Semisal warga Tionghoa tersebut berumur 30 tahun, biasanya akan beli sebanyak umurnya tapi dilebihkan.

“Jadi 30 bisa ditambah 3 jadi 33 burung dibeli lalu dilepaskan,” jelasnya di lokasi, Jumat (28/1/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Melihat Tradisi Ruwatan Jelang Imlek di Klenteng Tien Kok Sie, dari Potong Rambut Hingga Melepas Binatang

Dalam satu hari saja, dia bisa untung ratusan ribu dari jualan burung tersebut. Namun, tak jarang juga dia terpaksa pulang dengan tangan hampa karena pembeli sepi.

“Pendapatan sekitar Rp130 ribu sudah banyak bagi saya,” katanya.

Satu ekor burung pipit dia bandrol Rp2 ribu. Rata-rata warga Tionghoa membeli satu kandang. Menurutnya, orang Tionghoa kalau tidak melepas burung, mereka bisa melepas ikan, dan hewan lain yang bisa dikembalikan ke alam liar.

“Jadi pipit peking ini kan masih mudah dicari dan harganya memang relatif murah,” imbuhnya.

Baca juga: Masih Pandemi, Klenteng Tay Kak Sie Semarang Tiadakan Perayaan Imlek Skala besar

Wasito mengaku telah berjualan burung pipit selama kurang lebih 4 tahun menggantikan orang tuanya. Pasalnya, bisnis jual burung pipit sudah turun-temurun dari keluarga.

“Ini meneruskan usaha bapak saya. Burung jenis itu dari teman saya orang Pati,” tandas Wasito.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER