BETANEWS.ID, KUDUS – Kecamatan Jati menargetkan vaksinasi 8.546 siswa SD/MI di kecamatan tersebut rampung bulan ini. Camat Jati Andreas Wahyu Adi menjelaskan, siswa tersebut tersebar di 63 sekolah, baik itu sekolah dasar (SD) maupun madrasah ibtidaiyah (MI).
“Kami juga menjangkau tingkatan TK dan RA yang usianya sudah mencapai 6 tahun,” ucapnya saat ditemui di SDN 4 Jati Wetan, Selasa (4/1/2021).
Tujuan dari pelaksanaan vaksinasi secara jemput bola ini, lanjut Andreas, untuk menyukseskan program pemerintah agar daya tahan tubuh anak semakin meningkat.
“Kegiatan ini sudah dilakukan teman-teman UPT Puskesmas, baik di Puskesmas Jati maupun Puskesmas Ngembal Kulon. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan korwil pendidikan dan teman-teman dari bapak ibu guru UKS,” ucapnya.
Baca juga: Hartopo Targetkan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Selesai dalam Sebulan
Andreas pun mengapresiasi dukungan para orangtua yang mendampingi anaknya ketika divaksin. Menurutnya, dukungan ini menjadi salah satu faktor pendorong suksesnya vaksinasi anak.
“Karena yang tahu persis punya riwayat penyakit atau tidak itu orangtua. Kalau anak belum bisa jawab begitu lugas yang paham betul orangtua,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jati, Amad Mochamad menambahkan, vaksin yang digunakan untuk kegiatan ini adalah Sinovac. Untuk kegiatan hari ini menyasar sekitar 200 siswa, yang berasal dari SDN 4 Jati Wetan dan SDN 1 Jati Wetan.
“Hari ini kegiatannya berjalan lancar, dan kita ada dua tim untuk kegiatan ini,” ucapnya.
Amad juga menegaskan bahwa vaksin sinovac ini sangat aman untuk anak-anak. Ia juga meminta para orangtua mendampingi agar anak tidak merasa takut. Karena rasa takut bisa membuat anak drop.
Baca juga: Ganjar Ajak Semua Daerah di Jateng Balapan Vaksinasi Anak
“Pokoknya sebelum vaksin, malamnya anak harus istirahat yang cukup, kemudian paginya harus sarapan, kemudian nanti akan discreening oleh petugas untuk memastikan kesehatan anaknya,” ucapnya.
Amad menargetkan, kegiatan vaksinasi anak di sekolah ini akan rampung bulan ini. Ini bertujuan agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan secara maksimal.
“Harapanya bisa mencapi 100 persen. Meskipun sudah divaksin harus tetap prokes, karena masih pandemi,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

